WNI Eks Observasi Tak Perlu Perlakuan Khusus, Dinkes Jateng: Wong Sehat Kok!

Nailin In Saroh

Nailin In Saroh

Jakarta

16 Februari 2020 11:02 WIB
Daerah | Rilis ID
Observasi WNI di Natuna. FOTO: Istimewa
Rilis ID
Observasi WNI di Natuna. FOTO: Istimewa

RILISID, Jakarta — Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menyatakan warga yang pulang dari daerah penularan penyakit akibat infeksi virus corona baru (COVID-19) di Provinsi Hubei, Cina, tidak membutuhkan perlakuan khusus. 

Sebab ia memastikan WNI yang sudah selesai menjalani observasi selama 14 hari di Natuna, Kepulauan Riau, itu dalam keadaan sehat.  

"Tidak ada perlakuan khusus, wong mereka ini sudah dinyatakan sehat kok. Oleh karena itu jangan ada kekhawatiran," ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Yulianto Prabowo di Semarang, Sabtu (15/2) malam.

Yulianto menjelaskan sepuluh warga Jateng yang selesai menjalani observasi selama 14 hari di Natuna pun sudah kembali ke rumah masing-masing.

"Yang turun di sini (Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang) ada lima, dari Semarang ada dua, Kendal, Pati dan Sukoharjo. Sisanya ada yang turun di (Bandara Adi Sucipto) Yogyakarta tiga orang, dua orang lagi naik kendaraan darat," jelasnya.

Yulianto menambahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memfasilitasi pemulangan mereka dari Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta ke daerah asal mereka. Petugas Dinas Kesehatan akan memantau kondisi mereka.

??????"Disiapkan kendaraan untuk pulang ke rumah masing-masing, namun ada juga yang dijemput keluarganya," katanya menambahkan. 

Ia juga menambahkan, lima warga Jateng yang telah menjalani observasi di Natuna dan tiba di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang pada Sabtu (15/2) pukul 21.49 WIB tidak bersedia diwawancarai media massa.

"Mohon maaf karena privasi dan atas permintaan pribadi, yang bersangkutan tidak bersedia diliput," katanya. 

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya