WN Cina Positif Corona Usai Plesiran, Dinkes Bali Lacak Data Turis Bernama Jin
Nailin In Saroh
Jakarta
"Kemungkinan kedua, kan masa inkubasi juga perpanjang sampai 14 hari. 14 hari enggak kena di Bali, karena sampai sekarang di Bali enggak ada kasus. 14 harinya apa selama dia di Bali membawa virus? Ya kita harapkan tidak. Hitungan 14 hari, kenanya di Bali di mana, kan gitu. Ini enggak ada kasus (virus Corona di Bali)," pungkasnya.
Meski demikan, Suarjaya menyatakan, kasus ini tetap menjadi atensi. Pengawasan ketat terhadap kesehatan turis asal tirai bambu itu tetap diawasi. Ada sekitar 3 ribu turis Cina yang masih di Bali.
"Mudah-mudahan tidak (terinfeksi di Bali). (Kesehatan para turis asal Cina) Sudah kita antisipasi, sudah sering saya katakan. Kita selalu jaga, dan antisipasi kita sudah luar biasa dan situasi seperti ini tetap dalam pengawasan tetap atensi kita," kata dia.
Sementara, Juru bicara Garuda Indonesia Dicky Irchamsyah mengatakan dirinya belum menerima laporan tentang kasus ini, akan tetapi pihaknya akan segera melakukan pemeriksaan.
Senada, Juru bicara Lion Air Danang Mandala juva mengatakan demikian “Kami akan menelusuri kasus ini.
Sebelumnya, Pihak berwenang di provinsi Anhui, Cina, melaporkan bahwa seorang warga negara Cina yang mengunjungi Bali akhir bulan lalu telah dinyatakan positif mengidap penyakit coronavirus baru (COVID-19).
Melansir The Jakarta Post, otoritas Cina mengumumkan melalui Weibo pada 6 Februari bahwa Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Huainan melaporkan pada 5 Februari bahwa seorang pasien, yang diidentifikasi hanya sebagai Jin, terbang dengan penerbangan Lion Air JT2618 dari Wuhan (pusat dari wabah COVID-19 wabah) menuju Bali pada 22 Januari.
Pasien tinggal di pulau itu selama sekitar seminggu sebelum terbang dengan penerbangan Garuda Indonesia GA858 dari Bali ke Shanghai pada 28 Januari.
Menurut postingan di Weibo, pasien terinfeksi virus corona pada 5 Februari setelah melakukan sejumlah tes oleh Huainan CDC.
"Untuk penumpang pada penerbangan yang disebutkan di atas, mohon segera memberlakukan tindakan pencegahan," tulis pemerintah Anhui di akun Weiboyang merupakan versi lokal Twitter.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
