Usulan RILIS.ID Langsung Disambut Ketua DPR
Anonymous
Jakarta
Bamsoet langsung ngacir. Dan rupaya Joop Ave baru sadar dengan lawan bicaraya. "Eh...eh... tadi ngomong apa?"
Tak ada gunanya karena Bamsoet sudah lari dan menelepon kantor dan esoknya muncul headline ekonomi Indonesia lampu kuning. Belakangan tulisan itu berbuah teguran keras dari pemerintah. Kelak, Prioritas dalam kasus lain dibredel Orde Baru.
Usai banyak bercerita nostalgia kewartawanan, rilis.id mengacungkan tangan bukan untuk bertanya melainkan hanya memberikan usul terkait menciptakan DPR yang modern.
"Tidak ada gunanya terus berbicara tentang DPR modern tanpa salah satu anasir di Senayan yaitu wartawan juga meningkatkan kapasitasnya. Saya mengusulkan Koordinatoriat Wartawan DPR dan juga Kesetjenan DPR bekerja sama untuk menyelenggarakan uji kompetensi bagi wartawan yang tidak dibiayai kantornya," usul rilis.id.
Kontan saja usulan itu disetujui Bamsoet dan juga Ketua Pressroom Romdony Setiawan. "Usulan yang bagus. Tolong catat ya nanti setelah Lebaran kita tindaklanjuti," kata Bamsoet.
"Saya tahu tidak semua media walaupun sudah terverifikasi Dewan Pers dapat membiayai wartawannya untuk mengikuti uji kompetensi. Bagi wartawan yang tidak dibiayai kantornya silakan dicatat nanti saya yang akan biayai," kata Bamsoet yang mendapat tepuk tangan wartawan.
"Nanti kita kerja sama dengan PWI. Saya sangat setuju wartawan DPR harus meningkatkan kapasitasnya dengan melakukann uji kompetensi," pungkasnya.
Pulang buka puasa kali ini banyak wartawan yang sumringah. Entah karena nanti bisa ikut uji kompetensi gratis atau karena senang karena baru saja mendapat kabar bingkisan Lebaran sudah siap dibagikan di Pressroom DPR.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
