Terkendala Anggaran, Tanaman Chicory asal Selandia Baru Tak Terawat
Joni Efriadi
Tulangbawang Barat
RILISID, Tulangbawang Barat — Semangat Bupati Tulangbawang Barat (Tubaba) Umar Ahmad untuk mengembangkan tanaman chicory sebagai tanaman pakan unggul untuk peternakan sapi, nampaknya tidak mampu diimbangi anak buahnya.
Pantauan Rilislampung di lokasi penanaman chicory di Islamic Center Tubaba, Selasa (11/2/2020), tanaman yang berasal dari Selandia Baru itu kondisinya sudah tidak terawat. Bahkan nyaris hilang ditutupi semak belukar.
Padahal, uji coba tanaman chicory belum sampai setahun atau tepatnya dilakukan pada Juni 2019 silam. Program ini merupakan kerja sama Pemkab Tubaba dengan industri pengembang rumput dan legume, Cropmark Seed Company New Zealand.
Kabid Sarana Prasarana dan Penyuluhan Dinas Peternakan Tubaba Yudi Hermawan mengungkapkan tanaman chicory selama ini sudah dirawat meski memakai dana pribadi.
“Tetapi seiring dengan waktu terkait dengan perawatan rumput chicory, lahan tersebut sekarang ini diurus oleh Pak Kadis Peternakan. Kondisinya pun saya kurang paham, kalau sekarang rumput itu dipenuhi oleh rumput lain, coba nanti saya koordinasi dulu dengan Pak Kadis karena biaya perawatannya saat ini Pak Kadis yang ambil alih,” katanya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Peternakan (Kadisnak) Tubaba drh. Nazaruddin mengklaim tanaman chicory sudah beberapa kali panen dan sudah berhasil.
“Selanjutnya tinggal bagaimana kita, seandainya pimpinan ngelihat itu kenapa itu enggak diurus, ya kita enggak bisa ngomong. Dan rencananya Kamis besok kami mau bersihin rumput yang sudah menutupi chicory,” ujarnya.
Sebelumnya, Managing Director of New Company PMA New Zealand, Brian Thorrington mengatakan Tubaba memiliki prospek untuk pengembangan budidaya chicory.
“Hasil riset kami di sini (Tubaba), kondisi alamnya sangat mendukung untuk budidaya tanaman kami, prospek sangat baik,” katanya saat meninjau kesiapan lahan pada Februari 2019 lalu.
Dia optimistis tanaman chicory di Tubaba hasilnya akan lebih baik dibanding di negaranya, New Zealand.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
