Temanggung Siap Gunakan Benih Bawang Putih asal Taiwan

Default Avatar

Anonymous

Temanggung

7 Juni 2018 23:11 WIB
Daerah | Rilis ID
Direktur STO Ditjen Hortikultura Kementan, Prihasto Setyanto (kiri), saat meninjau gudang benih bawang putih di Temanggung, Jawa Tengah, Kamis (7/6/2018). FOTO: Humas Kementan
Rilis ID
Direktur STO Ditjen Hortikultura Kementan, Prihasto Setyanto (kiri), saat meninjau gudang benih bawang putih di Temanggung, Jawa Tengah, Kamis (7/6/2018). FOTO: Humas Kementan

RILISID, Temanggung — Pemerintah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, siap mengembangkan benih impor bawang putih asal Taiwan jenis Great Black Leaf (GBF). Sebab, cocok ditanam di Indonesia dengan produktivitas sekitar 10 ton per hektare.

"Temanggung siap mendukung penyediaan benih, baik jenis lokal maupun GBL asal Taiwan," ujar Kepala Dinas Pertanian Temanggung, Masrik Amin Zuhdi, saat meninjau lokasi budi daya bawang putih di Temanggung, Kamis (7/6/2018).

Katanya, ketersediaan calon benih bawang putih di Temanggung mencapai 4.500 ton. Barang tersebar di beberapa gudang penangkar dan rumah petani. "Kebutuhan lokal sendiri, sekitar 2.000 ton," lanjutnya. Benih lokal yang digunakan varietas Lumbu Hijau, Lumbu Kuning, Tawangmangu Baru, dan Sangga Sembalun.

Calon benih tersebut, sebagian hasil panen periode tanam November 2017-Januari 2018. Lantaran surplus, harga benih kini menurun menjadi Rp45 ribu-Rp50 ribu per kilogram untuk kering tiga bulan serta Rp55 ribu per kilogram untuk kering lima bulan dan siap tanam.

"Harga calon benih kondisi kering 15 hari, dijual Rp35 ribu per kilogram," jelasnya. Calon benih maupun benih Temanggung sudah dijual ke sejumlah daerah, seperti Tegal, Solok, Sulawesi Selatan, Malang, Bandung, dan Mataram.

Pada kesempatan sama, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Ditjen Hortikultura Kementan, Prihasto Setyanto, gembira dengan progres penanaman bawang putih di Temanggung dan Magelang. "Kami berharap, penanaman bawang putih pada tahun 2018 bisa lebih luas dan masif," ucapnya.

Anton, sapaannya, pun meminta petani dan importir tak ragu menanam bawang putih. Sebab, benih terbukti mampu tumbuh. "Berumbi dan menghasilkan," imbuh dia.

"Jika masih kurang (benih), bisa impor dari India, Mesir, atau Yunnan, Cina selatan. Kami tidak menyarankan menggunakan benih asal Cina bagian utara, karena kemungkinan besar tidak bisa berumbi pada kondisi iklim di Indonesia," tambahnya.

Kementan, kata Anton, terus mendorong petani dan swasta menanam bawang putih. Untuk 2018, alokasi anggarannya untuk pengembangan 6.100 hektare dalam bentuk bantuan benih, pupuk, dan sarana produksi. 

Kelompok tani juga didorong bermitra dengan importir. Diperkirakan luas lahan pengembangan bawang putih oleh swasta pada 2018 mencapai 7.400 hektare.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya