Tak Perlu Bawa Bekal, Katering untuk Jemaah Haji Mencukupi
Anonymous
Jakarta
RILISID, Jakarta — Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada para jemaah haji asal Indonesia, termasuk dalam hal layanan katering.
Jika tahun lalu, Jemaah haji Indonesia hanya mendapatkan 60 kali layanan selama berada di Arab Saudi, tahun ini akan mendapatkan 75 kali layanan katering.
“Sebanyak 40 kali makan di Makkah, sekali di bandara, 18 kali di Madinah, dan 16 kali saat fase puncak haji di Arafah-Muzdalifah-Mina atau Armina,” kata Kasubdit Katering Haji Kemenag, Abdullah Yunus, belum lama ini.
Dengan demikian, lanjut Abdullah, jemaah haji tidak perlu lagi membawa bekal bahan makanan terlalu banyak selama di Tanah Suci. Sebab, peningkatan layanan katering tahun ini sangat signifikan.
Ia mengingatkan, dengan rata rata dua kali makan sehari, maka layanan katering di Arab Saudi hampir mencapai 90 persen dari masa tinggal jemaah di Saudi.
"Jemaah hanya lima hari tidak mendapat layanan katering, yaitu pada tanggal 5 – 7 Dzhulhijjah serta 14 – 15 Dzulhijjah," jelas Abdullah.
Sekaligus, ia juga mengingatkan jemaah agar tidak menunda makan saat layanan katering sudah diterima.
“Paket katering harus dimakan sebelum batas waktu makan yang tertera pada kemasan,” sambung Abdullah.
Berikut ini daftar distribusi katering jemaah haji:
1.Madinah
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
