Swedia Tawarkan Jet Tempur Canggih ke Indonesia, Bisa Lepas Landas di Jalan Raya
Zulhamdi Yahmin
Jakarta
Gripen saat itu diklaim sangat cocok digunakan oleh pemerintah Indonesia untuk patroli udara, darat, dan khususnya laut untuk menjaga luasnya perairan Indonesia.
Gripen generasi baru tipe E dinilai mempunyai kemampuan yang lebih mumpuni dengan menggendong radar Selex ES AESA dan memiliki infra Red Seach and Tracking (IRTS).
Gripen E juga bisa terintegrasi dengan semua sistem radar di darat dan laut. Sehingga, kemampuannya melacak dan mengunci keberadaan musuh sudah tak diragukan lagi.
Gripen juga punya kemampuan taktikal data link, yakni satu pesawat tempur dan pesawat tempur lainnya, pertahanan di darat, dan laut terkoneksi. Sistemnya diklaim tidak bisa ditembus oleh pihak lawan.
Kelebihan lain yang diklaim Gripen saat itu adalah biaya operasionalnya yang sangat rendah dibanding kompetitornya seperti F-16, F-18 E/F, Rafale, Eurofighter, dan Su-35.
Di masa perang, Gripen disebut bisa disembunyikan di berbagai tempat di pulau-pulau di Indonesia. Gripen dirancang bisa dioperasionalkan di landasan darurat, seperti jalan raya, dan bisa terbang dengan jalan lurus sepanjang 800 meter.
Gripen juga bisa dipersenjatai atau diisi bahan bakarnya hanya dengan 5 orang yang terlatih dan 1 truk pengangkut bahan bakar.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
