Sohibul Tak Bisa Jadi Pimimpin, Fahri Ajak Anis Matta Selamatkan PKS

Nailin In Saroh

Nailin In Saroh

Jakarta

2 Agustus 2018 22:01 WIB
Nasional | Rilis ID
Fahri Hamzah. FOTO: RILIS.ID
Rilis ID
Fahri Hamzah. FOTO: RILIS.ID

RILISID, Jakarta — Politisi PKS Fahri Hamzah menyebut cara kesepakatan politik partainya di bawah kepemimpinan Sohibul Iman terlihat amatiran. Ia pun memprediksi deal-deal politik untuk Pilpres 2019 akan gagal lantaran sulit mencari koalisi.

“Perilaku elite PKS ini tak bisa dibiarkan, karena PKS akan hilang di pemilu 2019. Untuk itu, saya akan bertemu Pak Anis Matta dan tokoh PKS untuk menyelamatkan PKS,” ujar Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Kamis (2/8/2018).

Hal ini juga dilatarbelakangi konflik antara Fahri dan PKS. Dimana Sohibul Iman memecat dirinya dan beberapa kader partai dakwah secara sepihak.

Sebelumnya atas putusan PN Jaksel yang memenangkan gugatan Fahri, PKS mengajukan banding. Tapi pada 7 November 2017, Pengadilan Tinggi Jakarta bergeming. PKS lalu mengajukan kasasi dan ditolak oleh MA.

Pasca MA menolak kasasi PKS, Wakil Ketua DPR itu juga ingin agar keputusan MA tersebut segera dieksekusi, agar PKS tak hilang di Pemilu 2019.

Bahkan, kata Fahri, pada Rabu (1/8/2018) malam, Sohibul Iman masih melakukan pemecatan terhadap tiga tokoh PKS karena menolak dicalegkan kembali di pemilu 2019.

Menurut Fahri, langkah-langkah pembusukan partai ini sudah terjadi sejak 2014 sampai sekarang. Maka itu, PKS harus diselamatkan. 

Apalagi, jelang Pilpres ini muncul jubir-jubir PKS yang tidak jelas, yang tidak memahami sejarah pendirian partai. Sehingga komentarnya ngawur ngalor-ngidul dan merugikan PKS.

Karena itu, kata Fahri, dirinya bersama Anis Matta dan tokoh lain akan melakukan konsolidasi untuk penyelamatan PKS. 

“PKS sebagai partai kader harus diselamatkan. Tapi, kalau masih dipimpin oleh orang yang memecat saya dan merusak PKS ini, maka PKS akan hilang di pemilu 2019,” tegasnya.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya