Saply Kesal, 12 Ribu Kartu BPJS di Mesuji Nonaktif

Juan Situmeang

Juan Situmeang

Mesuji

15 September 2020 21:35 WIB
Daerah | Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID
Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID

RILISID, Mesuji — Bupati Mesuji, Saply TH, mengultimatum Dinas Sosial (Dissos) dan BPJS setempat menyelesaikan penonaktifan belasan ribu kartu BPJS dalam waktu tiga hari.

Saply juga memerintahkan Dinsos dan BPJS mengambil langkah cepat jika dalam satu-dua hari ini ada warga yang sakit, namun kartu BPJS-nya tidak aktif.

"Ambil langkah, laporkan ke saya. Yang penting warga terselamatkan dan bisa berobat," tegasnya, Selasa (15/9/2020).

Dia menjelaskan, penonaktifan (shutdown) itu terjadi pada awal 2018, saat ia belum menjadi bupati.

Kepala Dinas Sosial (Dissos), Gunarso, sebelumnya mengaku bingung jika di Kabupaten Mesuji masih ada warga tidak mampu dan belum ter-cover BPJS Kesehatan.

"Karena jumlah penerima tiap tahun bertambah. Saat ini kita menggelontorkan dana APBD tiap bulan Rp1,5 miliar dengan jumlah peserta 33 ribu orang. Itu dari dana kabupaten saja," terangnya.

Sedangkan dari provinsi ada 11 ribu orang dan dari pusat berjumlah puluhan ribu peserta.

Kepala BPJS Mesuji, Budi, membenarkan jika ada shutdown 36 ribu peserta se-Kabupaten Mesuji. Ini dilakukan karena ada permintaan dari Pemkab Mesuji.

Dari jumlah itu, sudah diaktifkan kembali 22 ribu peserta. Jadi, saat ini, terang Budi, tinggal 12 ribu lagi kartu BPJS di masyarakat yang nonaktif.

"Itu yang kadang terjadi kasus warga datang ke faskes (fasilitas kesehatan), tapi tidak terlayani karena kartunya nonaktif," jelasnya. 

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: gueade
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya