Ratusan Titik Panas Mulai Terdeteksi di Sumatera
Anonymous
Pekanbaru
RILISID, Pekanbaru — Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika menyatakan pantauan satelit menunjukan ada 126 titik panas (hot spot) yang tersebar di Pulau Sumatera.
Ini mengindikasikan telah terjadinya kebakaran hutan dan lahan, dengan 50 persen di antaranya berada di Provinsi Riau.
"Di Riau ada 61 titik panas dengan tingkat kepercayaan 50 persen," kata Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru, Sukisno, di Pekanbaru, Selasa (17/7/2018).
Ia mengatakan, hasil pantauan Satelit Terra dan Aqua yang terakhir diperbarui pukul 16.00 WIB, menunjukan 61 hot spot terdapat di Riau yang mayoritas berada di kawasan pesisir.
Lokasi paling banyak ada di Kabupaten Rokan Hilir dengan 32 titik, Kota Dumai 13 titik, Bengkalis 9, Pelalawan 4, Rokan Hulu 2 dan Kepulauan Meranti 1 titik.
Selain di Riau, hot spot juga terdeteksi di Provinsi Sumatera Utara dan Bangka Belitung yang masing-masing ada 12 titik.
Sedangkan, Sumatera Barat ada 16 titik, Jambi 10, Sumatera Selatan 8 dan Bengkulu 7 titik.
BMKG menyatakan, titik panas dengan tingkat kepercayaan (level confidence) di atas 70 persen di Provinsi Riau ada 49 titik api.
"Ini artinya kemungkinan besar ada kebakaran hutan dan lahan yang cukup besar tengah terjadi," kata Sukisno.
Rokan Hilir masih mendominasi dengan jumlah 28 titik, diikuti Dumai 12 titik, Bengkalis 5, Rokan Hulu 2, serta Meranti dan Pelalawan masing-masing satu titik.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
