Puntung Rokok Penumpang Kapal Diduga Jadi Penyebab Terbakarnya Hutan di Gili Lawa

Default Avatar

Anonymous

Kupang

3 Agustus 2018 12:40 WIB
Daerah | Rilis ID
FOTO; Instagram/@sayfull_ariefin
Rilis ID
FOTO; Instagram/@sayfull_ariefin

RILISID, Kupang — Kepala Balai Taman Nasional Komodo, Budhy Kurniawan menduga puntung rokok dari penumpang Kapal Indonesia Juara yang diduga menjadi penyebab terbakarnya hutan savana di Gili Lawa, kawasan wisata Taman Nasional Komodo, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kamis (2/8/2018) malam.

"Dari hasil pemeriksaan sementara, diduga bahwa penumpang kapal Indonesia Juara sebagai pelaku terjadinya kebakaran," katanya di Kupang, Jumat (3/8/2018).

Menurutnya, setelah mengetahui informasi kebakaran tersebut Balai Taman Nasional Komodo langsung meminta pemandu wisata selaku pemberi informasi, untuk mendata semua pengunjung yang terakhir turun dari bukit.

"Petugas langsung melakukan pemeriksaan terhadap awak kapal dan guide (pemandu wisata) yang diduga terkait dengan peristiwa kebakaran itu," kata Budhy.

Ia mengatakan, petugas juga telah menyita KTP pemandu wisata dan nakhoda kapal serta dokumen-dokumen kapal untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh kepolisian setempat.

"Saat ini dalam proses penyelidikan oleh Polres Manggarai Barat bersama-sama PPNS Gakkum," katanya.

Kepolisian Resor (Polres) Manggarai Barat, juga tengah mengusut kasus kebakaran hutan savana di Gililawa, kawasan wisata Taman Nasional Komodo, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

"Peristiwa kebakaran itu saat ini sedang diselidiki oleh Polres Manggarai Barat," kata Kepala Bidang Humas Polda Nusa Tenggara Timur, Kombes Polisi Jules Abraham Abast, di Kupang.

Pihaknya belum memastikan penyebab kebakaran tersebut. 

"Masih diselidiki apakah ada oknum yang membakar hutan tersebut atau karena penyebab lainnya," katanya.
 

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya