Perangi Bahaya Pandemi Covid-19, Dendi Ajak Influencer Bangun Narasi Positif
Dwi Des Saputra
Pesawaran
Selain itu, Dendi juga merekrut 25 relawan di tiap desa sebagai influencer untuk membantu pemerintah membangun narasi positif kepada masyarakat terkait bahaya virus corona yang kian mengerikan.
”Saya berasumsi bahwa PPKM Mikro kurang efektif diterapkan. Apalagi di desa-desa yang jauh dari pantauan. Banyak masyarakat desa yang minim kesadaran akan pentingnya prokes. Saya menilai salah satu cara terbaik dalam penanganan Covid-19 yakni dengan menerapkan komunikasi publik yang maksimal dan pendekatan kearifan lokal,” paparnya.
Upaya tersebut, menurut Dendi, juga diyakini dapat merubah pola pikir (mindset) masyarakat yang selama ini denial dan abai menjadi lebih peduli terhadap bahaya pandemi.
”Memang kita akui bahwa masyarakat sudah jenuh dengan pandemi ini karena sudah 16 bulan di sekitar kita. Apalagi selama ini mereka (warga) banyak disuguhi berita bohong di media sosial,” tambahnya.
Dendi pun telah mengingatkan jajarannya agar memperbaiki komunikasi publik untuk terus memberikan pemahaman kepada masyarakat dengan mengutamakan pendekatan kearifan lokal.
”Tidak perlu bersikap arogan dalam menyampaikan kebijakan, termasuk kebijakan ekstrem seperti menutup pasar, misalnya. Sampaikan bahwa kebijakan ini merupakan cara terbaik untuk kesehatan dan keselamatan masyarakat itu sendiri,” ujarnya.
Kemudian menebar spanduk berisi imbauan dengan menggunakan bahasa Lampung. Juga menampilkan sosialisasi dalam bentuk visual yang kreatif dan unik.
”Apabila seluruh stakeholder ini dapat menciptakan narasi positif, maka saya yakin masyarakat percaya akan bahaya Covid-19 dan menyadari pentingnya prokes itu sendiri. Sehingga tidak menutup kemungkinan Pesawaran kembali ke zona kuning, bahkan bisa ke zona hijau,” pungkasnya. (*)
Dendi
Influencer
Narasi Positif
Pandemi Covid-19
Pesawaran
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
