Pengeboran Terhenti saat Disidak Herman HN, PT SBR: Alatnya Sakit
Anonymous
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Pengerjaan lintas bawah atau underpass di simpang Universitas Lampung (Unila) mulai menemui kendala. Sejumlah alat bor milik PT Sang Bima Ratu (SBR) mengalami kerusakan.
Kepala Pengawas Lapangan PT SBR, Sutarno, menyebutkan total ada 640 titik yang akan dibor dengan kedalaman 9 meter. Dari total itu, pihaknya tinggal mengebor 50 titik lagi.
“Alatnya sedang sakit (Rusak), tapi kemungkinan sore ini sudah sehat lagi. Semoga bulan ini selesai pengeborannya,” katanya kepada rilislampung.id, Rabu (11/7/2018).
Meski begitu, Sutarno mengklaim pembangunan underpass di simpang Unila itu sudah mencapai 50 persen.
“Sekarang ini sedang penggalian retaining wall, penggaliannya sekitar 100 meter untuk sisi sebelah kiri," tuturnya.
Sementara Wali Kota Bandarlampung Herman HN menargetkan pembangunan underpass di simpang Unila sudah bisa digunakan masyarakat pada Desember.
“Underpass Desember digunakan, ini sudah banyak yang jadi,” ujarnya usai melakukan sidak di underpass Unila.
Menurut Herman, kendaraan yang keluar masuk Unila akan dibuatkan jalur khusus sepanjang 30 meter.
“Nanti kita pasang lantai di bawahnya untuk kendaraan keluar masuk Unila sekitar 30 meter. Kita cor di atas buat jembatan, jadi keluar masuknya enggak perlu pakai lampu merah lagi,” katanya. (*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
