Pelaku Bom Panci Polres Indramayu dari Jaringan JAD
Anonymous
Depok
RILISID, Depok — Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan, pelaku teror yang menerobos dan melempar panci berisi bom berdaya ledak rendah di Polres Indramayu merupakan anggota kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD).
"Yang kasus Indramayu itu (anggota) JAD," kata Jenderal Tito di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Senin (16/7/2018).
Menurut dia, saat ini Polri tengah gencar menangkapi para pelaku kelompok teror.
Terjadinya beberapa aksi teror seperti kasus di Indramayu dan kasus di Yogyakarta merupakan peluang bagi Polri untuk menindak para pelaku teror dan menelusuri keterlibatan sejumlah orang lainnya.
"Mereka melakukan tindak pidana itu membuka pintu bagi kami. Tadinya kami hanya bisa mengawasi (gerak-gerik pelaku). Tapi, ketika mereka melakukan pelanggaran hukum, maka kami punya alasan untuk menangkap pelaku dan mengungkap jaringan pelaku," katanya.
Tito pun mengaku telah mengantongi peta jaringan teroris dan memerintahkan Densus 88 Antiteror Polri untuk gencar memburu para pelaku jaringan teror.
Sebelumnya, pada Minggu (15/7) pukul 02.35 WIB dini hari, dua orang tak dikenal yang belakangan diketahui merupakan pasangan suami istri berinisial NH dan G menerobos masuk Mapolres Indramayu dengan berboncengan menggunakan motor matik.
Pelaku memacu laju motornya menerobos masuk Polres. Kemudian pelaku dikejar dan ditembaki oleh sejumlah polisi piket.
Pelaku kemudian berbalik arah menuju keluar Polres dan melemparkan sebuah panci berisi bom ke arah penjagaan Polres.
Salah satu pelaku, G, terjatuh karena terluka terkena tembakan. Sementara NH berhasil kabur.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
