Pabrik Gula Berkapasitas 12.000 Tcd di Bombana, Menteri Amran: Terbesar di Indonesia
Anonymous
Bombana
Kemudian, dalam pembangunan pabrik gula ini kata kuncinya adalah tingkatkan produktivitas dan rata-rata produktivitas tebu nasional 60 sampai 70 ton per hektare dengan rendemennya sebanyak 8 persen.
“Tapi mulai sekarang akan ditingkatkan produkvitasnya menjadi 100 ton per hektare dengan rendemen 10 persen. Untuk mewujudkan ini, kami melibatkan ahli dari India, IPB, Unhas dan ahli dari Kementan, semua berkumpul membuat rancangan percobaan penelitian,” ujarnya.
Bahkan yang teknologi dari Australia mampu menghasilkan tebu 140 ton per hektare dan kita akan gunakan pabrik dan teknologi budidaya tebu yang modern, semua modern, sambung Amran.
Ia menyebutkan luas lahan tebu seluruh Indonesia mencapai 400 sampai 500 ribu hektare dan jika tiba-tiba produktivitasnya naik menjadi 100 ton per hektare, artinya produksi gula naik tajam.
“Ini baru naikan produktivitasnya. Yang kedua, kita naikkan rendemen minimal 10 persen, produksi gula pun akan meningkat,” sebutnya.
Dalam kunjungan kerja di Bombana ini, Mentan Amran pun melakukan panen padi dan menggenjot pengembangan budidaya kelapa.
Bantuan Kementan di Bombana di Tahun 2018 berupa pengembangan kedelai 50 hektare, padi ladang 250 hektare, jagung hibrida 525 hektare, rehabilitasi jaringan irigasi 1.000 hektare, 3 unit pembangunan embung, bantuan hand traktor 20 unit dan inseminasi buatan 600 ekor.
“Bantuan kami tambah, hand traktor tambah lagi 20 unit. Bantuan juga untuk jagung 15 ribu hektare berupa benih dan pupuk, bantuan kapur 30 hektare satu sampai dua minggu terkirim, bibit kelapa unggul 40 ribu pohon dan bantuan juga berupa tenaga pendamping ternak,” ucap Amran.
Bupati Bombana, Tafdil, mengatakan Mentan Andi Amran Sulaiman merupakan menteri yang paling dekat dengan petani.
Pasalnya terasa sekali sentuhanya dengan petani dengan meluangkan banyak waktu di lapangan dan memberi banyak bantuan.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
