Miris! BPJS Bayi Radang Paru di Bantul Ditolak Pihak Rumah Sakit
Tari Oktaviani
Bantul
"Sebenarnya kan bisa dikoordinasikan dahulu jika memang tidak tahu. Pertama saya menanyakan ke BPJS di rumah sakit, mereka bilang tidak bisa digunakan. Tapi saat bertanya ke pusat, layanan BPJS untuk anak saya bisa digunakan, jadi yang salah siapa," ungkap Yogi sedikit kesal.
Kini Yogi yang kesehariannya hanya sebagai driver ojek online dan berjualan barang online mengaku bingunv mencari biaya tambahan untuk perawatan putri kecilnya.
"Enam hari sudah Rp2,7 juta, belum perawatan lainnya karena Camilla harus mengganti tabung oksigen dan dipasangi vanflon. Artinya biayanya akan semakin tinggi," kata Yogi.
Kendati demikian, Yogi mengungkapkan sakit anak pertamanya itu bisa disembuhkan. Namun pihak dokter tak memastikan kapan anaknya membaik hingga diperkenankan pulang.
"Kata dokter bisa sembuh dengan cara pemberian oksigen dan obat (radang paru) melalui venflon. Jadi yang biayanya mahal itu oksigennya. Saya juga tidak diberitahu kapan kondisi anak saya pulih," kata dia.
Sementara itu, petugas BPJS Center RSU Griya Mahardika yang tak ingin disebutkan namanya mengungkapkan layanan BPJS untuk bayi yang baru lahir bisa digunakan jika orang tua sudah terdaftar. Namun hal itu hanya saat persalinan.
"Saat persalinan ibu dan bayi, BPJS bisa digunakan. Namun ketika bayi mengalami masalah seperti nafas kencang atau hal lain, bisa tidaknya menggunakan layanan BPJS itu tergantung dari dokter yang merawat," katanya
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
