Mengais Rupiah dari Pelepah Pinang
Ari Gunawan
LAMPUNG BARAT
RILISID, LAMPUNG BARAT — Terinspirasi dari pelepah pinang yang terbuang dan hanya menjadi penyumbat aliran sungai, Robiyanto menyulap pelepah tersebut menjadi kerajinan tangan yang menghasilkan pundi-pundi rupiah.
Dari tangan kreatif warga Pekon Bumijaya, Kecamatan Sukau, Lampung Barat itu, pelepah pinang tersebut disulap menjadi peci, taplak meja, tas, topi wanita dan kotak tisu.
Dengan mengedepankan motif celugam yang merupakan salah satu ikon Lambar, hasil kerajinan Robiyanto mampu mencukupi ekonomi keluarganya.
”Harga setiap itemnya dibandrol mulai Rp30 ribu hingga Rp65 ribu, bergantung dari tingkat kesulitan pembuatannya,” ujarnya, Senin (28/12/2020).
Robiyanto mengatakan, saat ini hasil kerajinan tangannya sudah terjual hingga ke luar Lampung. Seperti Jakarta, Palembang, dan Tangerang.
Ia berharap, pemkab setempat memberikan support agar usaha kerajinan tangan dari pelepah pinang itu bisa dipasarkan lebih luas lagi.
Sementara, Bupati Lambar Parosil Mabsus mengatakan, keaslian kerajinan tersebut perlu dipertahankan. Menurutnya, mulai dari pembuatannya secara manual, hasil tangan kreatif ini dapat menambah nilai tawar di pasaran.
”Pertahankan keasliannya, ini akan menambah nilai ragam budaya di Lambar. Insya Allah saya akan bantu promosikan juga,” janji Parosil.(*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
