Mengabdi 10 Tahun, Anwar Nakes Pertama di Lambar Meninggal Terpapar Covid-19, Direktur: Semoga yang Terakhir
Ari Gunawan
Lampung Barat
RILISID, Lampung Barat — Kabar duka datang dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Alimudin Umar Kabupaten Lampung Barat (Lambar). Dikabarkan bahwa salah satu tenaga kesehatan (Nakes) di RSUD tersebut meninggal dunia karena terpapar Covid-19.
Kabar duka tersebut dibenarkan Direktur RSUD Alimudin Umar Lambar, dr. Iman Hendarman pada Jumat (30/7/2021).
"Nakes kita yang meninggal dunia merupakan perawat ruang operasi, bernama Anwar Sobirin bin Purwadi yang merupakan warga Lambar, yang sudah mengabdi sekitar 10 tahun di rumah sakit," ungkap Iman.
"Almarhum menghembuskan nafas terakhir sekitar pukul 23.00 WIB semalam dan dimakamkan di Kabupaten Pesawaran, di kampung halaman istri almarhum," tambahnya.
Iman mengatakan, dua minggu terakhir almarhum dirawat di ruang isolasi tekanan negatif setelah dinyatakan terpapar Covid-19, dengan penyakit penyerta seperti hipertensi dan mempunyai riwayat batu ginjal.
"Atas nama seluruh keluarga besar rumah sakit saya menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya, semoga almarhum husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan," tuturnya.
Dirinya berharap, berita duka ini menjadi yang pertama dan terakhir, jangan ada lagi Nakes yang meninggal dunia baik yang bertugas di rumah sakit maupun Puskesmas dan pekon yang ada di Lambar.
Iman juga meminta agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19 sesuai anjuran pemerintah untuk menghindari paparan virus yang hingga saat ini belum juga mereda.
"Semua harus bahu membahu memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19, apalagi saat ini angka terkonfirmasi terus bertambah. Kita tidak boleh lengah dan semoga tidak ada lagi korban jiwa baik masyarakat maupun Nakes," pungkas Iman, yang juga merupakan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Lambar itu. (*)
Pemkab Lambar
Satgas Covid-19
Dinas Kesehatan
RSUD Alimudin Umar
Nakes Meninggal
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
