Masyarakat Diminta Cek Atap Rumah Secara Berkala, Ini Alasannya
Zulhamdi Yahmin
Purwokerto
RILISID, Purwokerto — Akademisi dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Nanang Gunawan, mengingatkan masyarakat untuk mengecek kondisi atap rumah secara berkala. Hal itu, menurutnya, guna mengantisipasi kejadian angin kencang pada puncak musim hujan.
"Cek atap rumah secara berkala, yang menggunakan kuda-kuda atau struktur atap dari kayu pastikan tidak keropos agar saat terjadi angin kencang tidak terjadi kerusakan," katanya di Purwokerto, Selasa (31/12/2019).
Dosen jurusan teknik sipil, Fakultas Teknik Unsoed itu menambahkan, terkait dengan atap rumah, struktur atau kuda-kuda yang aman dan kuat merupakan hal utama.
"Jika kuda-kuda sudah kuat dan material yang digunakan sudah bagus maka tinggal mengecek secara rutin, material yang terbuat dari kayu relatif aman, asal tidak keropos dan tidak lapuk," ujarnya.
Dia menambahkan, apabila material atap menggunakan baja ringan, maka perlu dipastikan strukturnya rapat dengan jarak sekitar 80 centimeter.
Dia juga menyebutkan, jika penutup gentengnya menggunakan metal yang ringan, maka struktur atap tidak perlu terlalu rapat.
"Kalau penutup atapnya terbuat dari metal yang ringan masih bisa jarak kuda-kudanya sekitar 1 meter. Jadi jarak kuda-kuda itu minimal 80 centimeter dan maksimal 1 meter tergantung material penutup atapnya, semakin berat maka harus makin rapat," jelasnya.
Dia mengatakan, bahwa tingkat kemiringan atap menjadi salah satu hal yang juga perlu diperhatikan
"Kemiringan yang paling baik yaitu sekitar 30 hingga 35 derajat sudutnya, apabila terlalu tegak maka tangkapan anginnya makin banyak sehingga risiko kerusakan saat terjadi angin kencang juga makin besar," terangnya.
Selain itu, dia juga mengungkapkan, yang juga tidak kalah penting untuk diperhatikan adalah koneksi penutup atap.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
