Mahasiswa dan Pemuda Ingatkan Bahaya Radikalisme

Zulhamdi Yahmin

Zulhamdi Yahmin

Jakarta

26 Juli 2018 06:15 WIB
Nasional | Rilis ID
Diskusi publik mengenai bahaya radikalisme yang digelar oleh KMPR di Jakarta. FOTO: RILIS.ID/Zulhamdi Yahmin
Rilis ID
Diskusi publik mengenai bahaya radikalisme yang digelar oleh KMPR di Jakarta. FOTO: RILIS.ID/Zulhamdi Yahmin

"Terjadi pertentangan yang sangat tajam antara pemahaman agama yang radikal dengan pemahaman agama Rahmatan Lilalamin," jelas Anas.

Padahal, kata Anas, Indonesia memiliki potensi besar sebagai negara yang paling cocok rujukan toleransi dan demokrasi terbesar. 

Anas berkeyakinan karena Pancasila sangat kompatibel dengan Islam dan tidak saling bertentangan.

"Indonesia bisa menjadi kiblat toleransi. Hanya saja kelemahan sekarang adalah terlalu surplus wacana, minim tindakan nyata," pungkasnya.

Menampilkan halaman 2 dari 2
Prev

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Unknown
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya