Loh! Mentan Minta Dukungan DPD soal Virus Corona?

Nailin In Saroh

Nailin In Saroh

Jakarta

24 Februari 2020 19:00 WIB
Nasional | Rilis ID
Mentan Syahrul Yasin Limpo saat Rapat Kerja dengan Komite II DPD RI di Gedung DPD RI, Jakarta, Senin (24/2/2020).
Rilis ID
Mentan Syahrul Yasin Limpo saat Rapat Kerja dengan Komite II DPD RI di Gedung DPD RI, Jakarta, Senin (24/2/2020).

RILISID, Jakarta — Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo meminta dukungan dari Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI terkait antisipasi dampak dari Virus Corona di Cina. 

Di mana Indonesia memiliki ketergantungan impor bawang putih dari Cina, bahkan data impor bulan Februari 2020 sebesar 23 ribu ton sehingga berpotensi mengganggu ketersedian bawang putih dalam negeri.

“Kementan juga telah mengantisipasi dengan mencari alternatif importasi bawang putih, selain mendorong produksi dalam negeri. Untuk Februari 2020 sebesar 23 ribu ton, jauh lebih kecil dari impor tahun sebelumnya sebesar 583 ribu ton,” ujar Mentan saat Rapat Kerja dengan Komite II DPD RI di Gedung DPD RI, Jakarta, Senin (24/2/2020).

Pada kesempatan yang sama, Mentan Syahrul juga menjelaskan pada tahun 2020 Kementan memiliki anggaran sebesar Rp21 triliun. Kementan juga didukung dana subsidi pupuk, telah dialokasikan anggaran sebesar Rp1,5 triliun yang diperuntukan bagi Dana Alokasi Khusus (DAK) provinsi sebesar Rp 384 miliar, dan DAK kabupaten/kota sebesar Rp1,12 triliun.

“Penggunaan dana DAK oleh daerah diarahkan guna mendukung pembangunan atau perbaikan infrastruktur dasar pertanian dan sarana pendukungnya,” jelasnya.

Menanggapi itu, Komite II DPD RI menilai anggaran Kementerian Petanian (Kementan) pada tahun 2020 sangat kecil dibandingkan tahun lalu. Namun bukan berarti Kementan tidak memikirkan ketersedian pangan, daerah rawan pangan, dan penggembangan cadangan pangan.

“Walaupun anggaran Kementan kecil tapi kita perlu mendukung program-programnya. Padahal negara maju seperti Amerika Serikat memiliki anggaran yang cukup besar untuk pertanian yaitu 17 persen,” ucap Wakil Ketua Komite II DPD RI Abdullah Puteh kepada Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. 

Puteh mengungkapkan meskipun kecilnya anggaran Kementan, namun Kementan harus mengelola dengan baik. Bagaimanapun, sektor pertanian merupakan hal penting dalam sebuah negara. “Jika sektor pertanian maju, maka otomatis bangsa ini juga maju,” tuturnya.

Sementara, Anggota DPD RI asal Kalimantan Barat Christiandy Sanjaya mengatakan bahwa untuk didaerahnya sangat minim sumber daya manusia (SDM) tenaga penyuluh pertanian. Padahal, tenaga penyuluh pertanian sangat dibutuhkan untuk mengembangkan sektor pertanian di Indonesia khususnya di Kalimantan Barat. 

“SDM untuk tenaga penyuluh pertanian sangat kurang. Kami mohon perhatian Kementan untuk tenaga penyuluh pertanian di daerah saya,” paparnya.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya