Lock Down, Omzet Pedagang Ayam di Waykanan Anjlok

Yulianto

Yulianto

Waykanan

7 April 2020 18:47 WIB
Pemerintahan | Rilis ID
Amarudin, pedagang ayam potong di Kampung Umpubhakti, Blambanganumpu, Waykanan, Selasa (7/4/2020).
Rilis ID
Amarudin, pedagang ayam potong di Kampung Umpubhakti, Blambanganumpu, Waykanan, Selasa (7/4/2020).

RILISID, Waykanan — Harga ayam potong di Waykanan turun. Begitu pun dengan permintaan di tengah pandemi corona virus disease (Covid)-19 saat ini.

Jika semula daging ayam potong dijual antara Rp22-23 ribu, kini hanya Rp17-18 ribu per kilogram (kg).

Demikian penuturan Amarudin, pedagang ayam potong di Kampung Umpubhakti, Blambanganumpu, Waykanan, Selasa (7/4/2020).

Biasanya jika harganya murah, permintaan meningkat. Tapi, berbeda kali ini. Pemesanan justru merosot.

”Ini terkait tidak adanya orang yang menggelar pesta atau hajatan. Kan dilarang pemerintah,” paparnya.

Menurut dia, pembeli tetap ada meski menurun jauh. Hanya 1 sampai 2 kg. Itu pun hanya beberapa orang saja per hari untuk konsumsi sendiri.

”Bandingan jika untuk hajatan atau pesta. Biasanya minimal 1 kuintal pemesanan untuk satu orang,” bebernya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Waykanan, Imanto, membenarkan hal itu. Karena konsumsi menurun, omzet pedagang ikut anjlok.

”Larangan pemerintah untuk menggelar acara hajatan atau pesta, yang salah satu menu biasanya mengunakan ayam potong, dengan adanya corona jelas permintaan berkurang. Tentu mempengaruhi omzet,” ujarnya.

Dia mengaku pihaknya selalu memnantau fluktuasi harga pangan dan komoditas di Waykanan. Masyarakat bisa juga mengaksesnya di sistem informasi harga pangan dan ekonomi (Siraden). Yakni http://pihp-siradenwaykanan.com/.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: gueade
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya