Konsumen Keluhkan Bayar Mahal, PDAM Sebut karena Menunggak

Darmansyah Kiki

Darmansyah Kiki

Pesawaran

10 Juni 2021 20:35 WIB
Daerah | Rilis ID
Direktur Utama PDAM Pesawaran Togatorop. FOTO: RILISIDLAMPUNG/ Kiki
Rilis ID
Direktur Utama PDAM Pesawaran Togatorop. FOTO: RILISIDLAMPUNG/ Kiki

RILISID, Pesawaran — Beberapa konsumen PDAM Pesawaran mengeluhkan mahalnya biaya langganan air. Bahkan, ada yang sampai memutuskan berhenti berlangganan.

Sementara, Direktur Utama (Dirut) PDAM Pesawaran Togatorop menjelaskan beratnya beban konsumen ini karena mereka sebelumnya menunggak pembayaran.

Tuti, warga Bagelen menerangkan, dirinya memutuskan tidak berlangganan lagi karena setiap bulan harus membayar Rp285 ribu.

”Dulu padahal standarnya Rp80 ribu. Pemakaian biasa aja. Masak bayar PDAM lebih mahal dari listrik. Listrik cuma Rp65 ribu. Mending pakai air sumur saja," katanya, Selasa (8/6/2021).

Menurutnya, saat pandemi seperti sekarang mahalnya biaya air makin membuat kehidupan jadi sulit.

”Ada biaya beban juga, dipakai tak dipakai Rp45 ribu untuk pemakaian dari 0 hingga 10 meter kubik,” paparnya.

Terpisah, Togatorop menerangkan tak ada kenaikan tarif air sejak 2014. Konsumen yang mengeluhkan pembayaran mahal lantaran akumulasi tagihan.

"Yang dibayarkan pelanggan sesuai pemakaian kok. Kita tidak mungkin nambah-nambahin, bisa di-complain," terangnya.

Untuk menertibkan pelanggan, PDAM saat ini melaksakanan Operasi Penertiban Air Minum (OPAM) kepada  9.000 pelanggan di tujuh kecamatan.

Kecamatan dimaksud yaitu Waylima, Gedongtataan, Kedondong, Wayratai, Waykhilau, Padangcermin, dan Punduh Pedada,

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: gueade
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya