Kenali! Ini Loh Ciri-ciri Berita Hoaks...
Elvi R
Jakarta
RILISID, Jakarta — Masyarakat Anti Fitnah (MAFINDO) menyebut berita hoaks rawan menyebar di tahun politik. Biasanya berita ini sering mempengaruhi pembaca yang begitu saja percaya. Jelang tahun politik, masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya adanya pemberitaan yang belum terbukti kebenarannya.
Salah satu pendiri MAFINDO Ari Bowo Sasmito mengungkapkan ciri-ciri berita hoaks. Salah satunya adalah dengan judul yang heboh alias bombastis. Sehingga menarik masyarakat untuk membacanya.
"Judulnya itu bombastis, judul tidak mengidahkan format media. Misalnya judulnya panjang. Kemudian titik dan komanya," ujar Ari Bowo usai melakukan pertemuan dengan PDIP, di DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta, Rabu (26/9).
Kemudian postingan pemberitaan itu ada unsur kata-kata info falid, atau dari sumber terpercaya. Berikut juga saat artikel itu di-share ada kata-kata info falid.
"Padahal hal setelah di cek enggak ada media yang memberitakan itu," katanya.
Ari menambahkan, masyarakat juga berhenti hanya membaca judul berita saja tanpa paham isi berita yang terkandung di dalamnya. Sehingga jangan langsung membagikan postingan berita tersebut ke media sosial.
"Setop kebiasan cuma baca judul, semua isi dibaca jangan cuma sharing," ungkapnya.
Menurut Ari, saat ini isu hoaks yang selalu digunakan adalah hal-hal yang berkaitan dengan suku, agama, rasa dan antargolongan (SARA). Menurut dia, masyarakat apabila disinggung mengenai hal tersebut, selalu cepat untuk meresponsnya atau beraksi.
"Kita ini kan religius, saat diserang atau dipancing emosi oleh isu SARA. Maka langsung menyebar berita itu," ungkapnya.
Saat ini paling banyak sasaran yang terkena hoaks adalah pemerintah. Ada juga pihak atau lembaga yang diserang. Misalnya ciri-ciri pemerintah diserang hoaks akan langsung menglarifikasinya. Namun apabila yang bukan pemerintah ada juga diserang dengan hoaks juga.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
