Kementerian LHK Klaim Hutan Indonesia Mampu Jaga Iklim Global
Zulhamdi Yahmin
Jakarta
RILISID, Jakarta — Dirjen Pengendalian Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen LHK), Ruandha Agung Sugardiman, menyebut, luas hutan di Indonesia berpengaruh terhadap perubahan iklim global.
Dari luas wilayah hutan di Indonesia yang sekitar 197 juta hektare, 40 hingga 43 juta hektar diantaranya merupakan hutan primer yang sangat membantu menjaga iklim global.
"Tantangan besar kita dari dunia Internasional adalah deforestrasi. Untuk menjaga dan meminimalisir dampak dari bencana iklim, kita harus menjaga hutan kita untuk bisa menjaga kualitas karbon," katanya di KAHMI Center, Jakarta, Kamis (26/7/2018).
Dia mengatakan, tantangan global tentang perubahan klimatologi harus bisa terjawab. Sehingga, Kemen LHK terus berupaya membuat, menjalankan dan mengawasi sert merealisasikan peraturan.
"Ini demi menjaga kawasan hutan di Indonesia agar tetap bisa menjaga iklim global," ujarnya.
Sementara, anggota DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Viva Yoga Mauladi, mengungkapkan, selama ini pengelolaan sumber daya alam yang bisa membawa kesejahteraan rakyat justru tidak terealisasi. Justru, pengelolaannya kini bahkan bisa menghadirkan situasi yang mengancam lingkungan.
"Dari 120 juta hektar kawasan hutan, 50 persennya kini sudah berada dalam keadaan yang kritis, bahkan rusak. Laju kerusakan itu menjapai 600 ribu hektar setiap tahunnya," ungkap Wakil Ketua Komisi IV DPR RI tersebut.
Dengan kondisi kerusakan lahan seperti itu, imbuh dia, Kemen LHK tidak bisa memperbaiki semuanya. Menurutnya, Kemen LHK kemungkinan hanya bisa merehabilitasi 200-300 ribu hektare saja setiap tahunnya.
"Itupun, presentase keberhasilannya maksimal 80 persen saja," tandasnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
