Kawasan Wisata Terintegrasi Lamsel Terwujud 2024

Agus Pamintaher

Agus Pamintaher

Lampung Selatan

26 Juli 2020 19:58 WIB
Pemerintahan | Rilis ID
Kunjungan tiga menteri ke Menara Siger, Bakauheni, Lampung Selatan. FOTO: ISTIMEWA
Rilis ID
Kunjungan tiga menteri ke Menara Siger, Bakauheni, Lampung Selatan. FOTO: ISTIMEWA

RILISID, Lampung Selatan — Pemerintah pusat berupaya mewujudkan kawasan wisata terintegrasi di Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel).

Hal ini terungkap dalam kunjungan tiga kementerian di Menaga Siger dan rancangan pembangunan pariwisata terintegrasi di Bakauheni, Lamsel, Sabtu (25/7/2020).

Kementerian dimaksud adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dan Kementerian Perhubungan.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, Kementerian BUMN terus membangun ekonomi yang sehat dengan melibatkan pemerintah daerah dan pihak swasta. 
Pembangunan kawasan wisata teritegrasi karenanya akan diselesaikan secara bertahap hingga 2024.
 
“Kita ingin percepat. Tapi, jangan menunggu seakan-akan itu tugasnya BUMN dan BUMD saja. Pemerintah daerah dan pihak swasta juga mesti terlibat,” tegasnya.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wisnutama, mengutarakan hal sama. Menurutnya, upaya menarik investor tidak harus menunggu pembangunan kawasan wisata di Lampung selesai. Tetapi dapat dilakukan melalui media promosi.
 
“Kita mulai dulu sesuatu dengan cepat. Beberapa tempat wisata di dunia sudah saya lihat dan tidak semuanya harus jadi dulu,” ujar Wisnutama.
 
Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta Pemerintah Provinsi Lampung memiliki keterbukaan sehingga meningkatkan trafik dan daya tarik. Apalagi Lampung mempunyai lahan yang cukup luas untuk mengembangkan kawasan wisata.
 
“Nanti kita komunikasikan lebih lanjut dan saya yakin tidak perlu menunggu lama,” kata Budi Karya Sumadi.
 
Dalam kesempatan itu, Gubernur Lampung Arinal Junaidi menjelaskan, kawasan wisata terintegrasi di Lampung meningkatkan potensi kepariwisataan. Terlebih, provinsi ini memiliki kawasan wisata bahari yang tak kalah menariknya, sekalipun dibandingkan pulau dewata.
 
Dengan adanya konsep yang baik dan ditunjang data banyaknya wisatawan lokal, Arinal yakin hal ini akan sangat bagi investor untuk berinvestasi di Lampung. Konsep dimaksud akan dibangun oleh ASDP bersama ITDC, Utama Karya, dan Pemda.

Berdasarkan data yang dimiliki ASDP dan Dinas Pariwisata, setiap tahun masyarakat dari Pulau Jawa-Sumatera yang melewati Bakauheni, kemungkinan besar beristirahat dan bermalam di gerbang Pulau Sumatera. Tentunya, sambil melihat panorama keindahan yang disuguhkan.
 
Potensi wisata di Lampung, terus Arinal, sudah ia jelaskan di hadapan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu. (*)

 

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: gueade
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya