KSAU: TNI AU Terus Dukung PTDI Jadi Industri Besar

Zulhamdi Yahmin

Zulhamdi Yahmin

Jakarta

13 September 2018 06:35 WIB
Nasional | Rilis ID
KSAU: TNI AU Terus Dukung PTDI Jadi Industri Besar. FOTO: RILIS.ID/Zulhamdi Yahmin.
Rilis ID
KSAU: TNI AU Terus Dukung PTDI Jadi Industri Besar. FOTO: RILIS.ID/Zulhamdi Yahmin.

RILISID, Jakarta — Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Marsekal Yuyu Sutisna, memastikan TNI AU terus memberikan dukungan kepada PT Dirgantara Indonesia (PTDI) untuk menjadi perusahaan besar. 

Selama ini, kata Yuyu, TNI AU merupakan pengguna terbesar teknologi kedirgantaraan dari perusahaan pelat merah tersebut. 

Dia menyebut, ada sepertiga kekuatan pesawat TNI AU adalah produksi dari PTDI. Di antaranya adalah Helikopter Puma, Helikopter Super Puma, EC-725 Cougar.

"Juga pesawat fix wing, seperti  Cassa 212, CN 295 dan CN 235," kata Yuyu saat menghadiri puncak perayaan HUT ke-42 PTDI di Bandung, Rabu (12/9/2018).

Yuyu meminta, berbagai pihak juga turut mendukung perkembangan industri pertahanan dalam negeri seperti PTDI. Dengan begitu, perusahaan ini menjadi sehat dan mempunyai nilai strategis tinggi. 

"Suatu negara yang memproduksi pesawat dan digunakan angkatan bersenjata, khususnya angkatan udaranya, maka menjadi indikasi baik dan besarnya industri kedirgantaraan tersebut," ujarnya.

Sementara itu Direktur Utama PTDI, Elfien Goentoro mengatakan, visi dari perusahaannya itu adalah ingin menjadi yang terdepan dalam hal pesawat turbo proof kecil dan ringan untuk Asia Pasifik.

"Dengan demikian diharapkan PTDI menjadi industri dirgantara terdepan di Asia Tenggara khususnya dan Asia Pasifik pada umumnya," harapnya. 

Pada kesempatan ini Kasau Yuyu Sutisna juga memberikan penghargaan kepada pemenang pertama lomba colour schene pesawat N-219, Vincentius Anggoro dari Jawa Barat.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Unknown
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya