KRL Lambar Tujuan Eduwisata dan Laboratorium Alam
Ari Gunawan
Lampung Barat
RILISID, Lampung Barat — Badan Penelitian dan Pengembangan Lampung Barat (Balitbang Lambar) mengadakan webinar mengenai prospek Kebun Raya Liwa (KRL) sebagai tujuan edukasi dan laboratorium alam.
Acara di ruang rapat Pesagi, kantor bupati Lambar, Rabu (16/9/2020) ini dihadiri Bupati Parosil Mabsus, para asisten, Kepala Balitbang Noviardi Kuswan, dan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Sebagai narasumber Rektor Universitas Lampung (Unila) Karomani, anggota DPR RI Mukhlis Basri, dan Dirjen Bina Penataan Bangunan Kementerian PUPR Diana Kususmastuti.
Lalu, Pengelola Fauna Kebun Raya Liwa, Nismah Nukmal; Pusat Peneliti Pendamping Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Esti Munawaroh; dan Kepala Pelaksana Christina Nugroho Ekowati.
Parosil mengapresiasi penyelenggaraan acara ini. Meski di tengah pandemi, kegiatan tetap dapat dilaksanakan sebagai upaya pengembangan KRL.
Karomani mengungkapkan, webinar ini merupakan salah satu laporan hasil kerjasama antara Pemkab Lambar dan Unila melalui Balitbang dan jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unila.
"Keberadaan KRL memiliki posisi sangat strategis bagi dunia pendidikan, luas kawasannya mencapai 100 hektare (ha), yang dipenuhi pegunungan bukit barisan,” papar Karomani.
Selain itu, KRL memiliki kawasan dengan kontur ketinggian tanah yang berbeda, berbukit-bukit dan bergelombang dengan sumber air di beberapa tempat. ”Kekayaan hayati di dalamnya bernilai tak terhingga. Sejuk juga memberikan panorama indah. Sudah sepantasnya KRL dijadikan sebagai tujuan eduwisata dan laboratorium alam," ungkapnya.
Bagi dunia pendidikan, KRL adalah aset sumber pembelajaran yang tidak ada duanya. Berbagai pakar di Unila dapat berupaya mengembangkan berbagai sumber pengetahuan yang belum terungkap di KRL tersebut.
"Baik dari segi kekayaan hayati maupun nonhayati, maupun kondisi alamnya, termasuk sosial-budaya masyarakatnya,” paparnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
