Intelijen Diminta Rangkul Masyarakat untuk Efektifkan Deteksi Terorisme

Default Avatar

Anonymous

Sleman

16 Juli 2018 08:05 WIB
Nasional | Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman.
Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman.

RILISID, Sleman — Kepala Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (UGM), Muhammad Najib Azca menilai, intelijen perlu melibatkan masyarakat untuk mendeteksi pergerakan atau sel-sel terorisme. 

"Peran intelijen bisa menjadi langkah preventif dan preemtif aksi terorisme. Konsepnya, deteksi dini dengan melibatkan masyarakat secara langsung," kata Najib saat dikonfirmasi wartawan di Sleman, Senin (16/7/2018).

Menurut dia, langkah-langkah terkecil dengan mengenali lingkungan, termasuk tetangga kanan dan kiri dapat diterapkan masyarakat untuk mendeteksi pergerakan atau sel-sel teroris.

"Langkah tersebut juga berfungsi mereduksi (mengurangi) paham kekerasan di masyarakat. Tentunya, dengan melibatkan tokoh-tokoh agama hingga tokoh masyarakat," katanya.

Ia mengatakan, intensitas komunikasi juga perlu berlangsung dengan baik, terutama kepada kelompok terduga teroris.

"Intelijen itu cara yang paling ampuh dan efisien, terlebih 'sel tidur' tidak bisa terdeteksi jika belum bergerak," ujar dia.

"Tapi, dengan fungsi intelijen ini dapat mengetahui seberapa jauh dan luas gerakan teroris yang sudah ada di satu wilayah, termasuk Yogyakarta," tambah Najib.

Ia juga menyetujui Undang-Undang Terorisme menjadi kekuatan penuh bagi Polri dan TNI. Setidaknya, mampu meredam pergerakan yang lebih masif.

"Terutama dalam mendeteksi jaringan terorisme, tanpa harus menunggu timbulnya aksi dari mereka. UU Terorisme memberi kewenangan lebih besar untuk bertindak preemtif dan preventif," katanya.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya