Ini Dua Direksi Baru Pertamina
Nailin In Saroh
Jakarta
Alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) ini sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk untuk periode April 2017-2018.
Peraih gelar MBA Finance dari Stern School of Business, New York University, Amerika Serikat ini pernah bekerja sebagai senior consultant di Booz Allen Hamilton dan Project Leader pada The Boston Consulting Group hingga 2003.
Pahala juga pernah meraih kualifikasi sebagai CFA Charterholder dari CFA Institute.
RUPS juga menetapkan Ignatius Tallulembang menjadi Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia.
Ignatius sudah memiliki pengalaman lebih dari 24 tahun di Pertamina.
Beberapa karir yang pernah diembannya antara lain Vice President Refining Project Pertamina dan Komisaris PT Pertamina Lubricants.
RUPSLB juga mengalihkan penugasan Heru Setiawan yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Megaproyek Petrokimia dan Pengolahan menjadi Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Resiko, menggantikan Gigih Prakoso yang saat ini telah menjabat sebagai Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara Tbk.
Pada 28 Agustus 2018, Menteri BUMN Rini Soemarno juga melakukan perombakan direksi Pertamina.
Dalam perombakan dua pekan lalu Menteri Rini mengangkat Nicke Widyawati sebagai Direktur Utama Pertamina.
Sebelumnya, Nicke adalah Pelaksana Tugas Direktur Utama Pertamina.
Pada kesempatan tersebut, Menteri BUMN juga mengangkat dua pejabat lain di Pertamina yaitu Darmawan Samsu sebagai Direktur Hulu dan Koeshartanto sebagai Direktur SDM.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
