Harga Kakao Pardasuka Rendah, Petani Sindir Pemda: Mungkin Masih Fokus yang Lain

Yuda Haryono

Yuda Haryono

Pringsewu

4 Juni 2021 15:46 WIB
Daerah | Rilis ID
Ilustrasi kakao. Foto: jogjaprov
Rilis ID
Ilustrasi kakao. Foto: jogjaprov

RILISID, Pringsewu — Sejumlah petani kakao di Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu mengeluhkan harga jual komoditas tersebut yang terus menurun, dan menyebabkan para petani merugi.

Salah seorang petani, Rodi mengatakan, selama ini belum ada industri yang menerima penjualan kakao dari petani langsung.

“Para petani saat ini hanya menjual hasil kakaonya ke tengkulak. Itupun harganya relatif rendah sehingga keuntungannya sangat tipis,” katanya kepada Rilisid Lampung, Jumat (4/6/2021).

Robi mengatakan jika kakao petani dibeli para tengkulak seharga Rp27 ribu perkilogram untuk yang sudah kering, sementara kakao basah harganya Rp15-17 ribu perkilogram.

“Padahal sebelumnya harga kakao kering mencapai Rp35 ribu,” tukas Rodi.

Rendahnya harga kakao membuat petani enggan mengembangkan komoditas tersebut, baik peremajaan maupun pemeiliharaan. Akibatnya, produktifitas kakao di Pardasuka terus menurun.

“Perawatan kakao lebih banyak banyak modalnya daripada pemasukan dari hasil panen selama ini. Sampai sekarang juga belum ada bantuan dari pemerintah kabupaten terhadap petani kakao di kecamatan Pardasuka, mungkin masih fokus ke daerah lain,” sindir Rodi lagi.

Rodi dan petani kakao lainnya berharap pemerintah daerah bisa memberikan bantuan, baik berupa bibit unggul dan penyuluhan secara intensif, sehingga produksi kakao bisa kembali normal. (*)

 

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Andry Kurniawan
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya