Hanura: SBY Orangnya Peragu, Anaknya Belum Negarawan Mau Cawapres
Anonymous
Jakarta
RILISID, Jakarta — Politisi Partai Hanura Inas Nasrullah meminta Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk mengukur kemampuan anaknya Agus Harimurti Yudhoyono sebelum menilai orang lain.
“Jangan dulu menilai orang lain sebelum mampu menilai kemampuan anak sendiri,” katanya di Jakarta, Jumat (27/7/2018).
Ketua Fraksi Partai Hanura itu menambahkan, untuk menjadi seorang cawapres, haruslah negarawan.
“SBY orangnya memang peragu, saking ragu-ragunya maka dia menuntun AHY untuk jadi cawapres, padahal cawapres itu kelasnya negarawan, sedangkan AHY masih jauh untuk disebut negarawan,” kata Inas.
Ia mengatakan, soliditas tidak ada dalam kamus SBY. Karena menurutnya, SBY gagal membangun hal itu ketika berkuasa.
“Jadi ketika SBY hopeless dengan kondisi AHY maka yang bisa dia lakukan hanya mengomentari secara asal tentang koalisi Jokowi. Koalisi Jokowi mantap tanpa ada keraguan,” sebut Inas.
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan, koalisi partai pendukung Joko Widodo pada Pilpres 2019 bisa terbelah.
Alasannya, kata SBY, ada parpol koalisi yang tidak cocok dengan sosok calon wakil presiden pendamping mantan Wali Kota Solo tersebut.
"Bisa saja dari partai pendukung Jokowi sekarang, nanti ada yang keluar saat Jokowi telah menentukan cawapresnya," kata SBY di kediamannya, Kuningan, Jakarta Selatan.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
