Hanura: SBY Jual AHY Tak Laku, Jadi Diobral ke Prabowo

Zulhamdi Yahmin

Zulhamdi Yahmin

Jakarta

27 Juli 2018 14:36 WIB
Nasional | Rilis ID
Rilis ID

RILISID, Jakarta — Ketua DPP Hanura, Inas Nasrullah Zubir, menyebut Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono sedang panik lantaran tak bisa bergabung dengan partai politik koalisi pendukung Joko Widodo. Pasalnya, kata dia, tawaran SBY agar putra sulungnya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi cawapres Jokowi tak disetujui. 

Sehingga, kata Inas, pihaknya memaklumi apabila Presiden RI ke-6 itu panik dan berkomentar bahwa koalisi Jokowi belum solid. 

"Koalisinya sendiri saja belum jelas, tapi SBY ngoceh seperi orang panik karena dagangannya, yakni AHY enggak laku, lalu akhirnya diobral ke Prabowo," kata Inas kepada rilis.id, Jumat (27/7/2018). 

Mestinya, ujar anggota Komisi VI DPR RI itu, SBY bisa berlaku bijak dengan tidak berkomentar terkait koalisi partai politik lain. Apalagi, ujar dia, SBY sendiri belum bisa membuat putranya yang juga Komandan Kogasma Demokrat itu mandiri dalam meniti karir politiknya. 

"Jangan komen kepada orang lain di saat diri sendiri belum bisa membenahi anaknya yang belum bisa mandiri," ujar Inas. 

"Jadi, solid atau tidaknya kubu Jokowi yang tahu adalah koalisi Jokowi sendiri. Jadi jangan asal nebak deh," pungkasnya. 

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan, koalisi partai pendukung Joko Widodo pada Pilpres 2019 bisa terbelah.

Alasannya, kata SBY, ada parpol koalisi yang tidak cocok dengan sosok calon wakil presiden pendamping mantan Wali Kota Solo tersebut.

"Bisa saja dari partai pendukung Jokowi sekarang, nanti ada yang keluar saat Jokowi telah menentukan cawapresnya," kata SBY di kediamannya, Kuningan, Jakarta Selatan.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Sukma Alam
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya