Gak Mau Disalahkan karena Cabut Peringatan Tsunami, BMKG Bilang Begini
Zulhamdi Yahmin
Jakarta
Selain itu, ungkap Ririn, masyarakat di Kota Palu dan sekitarnya juga sudah pasti membagikan video tsunami melalui media sosial beberapa waktu setelah terjadinya bencana tersebut.
Sehingga, ada jeda waktu yang cukup lama antara terjadinya tsunami dengan kemunculan video tersebut.
"Kan terkesan menimbulkan persepsi masyarakat bahwa BMKG menghentikan peringatan dini tsunami kok kemudian tsunami terjadi. Padahal itu kan mereka ngeshare setelah terjadinya tsunami. Karena pada saat tsunami terjadi kan mereka sibuk menyelamatkan diri masing masing," ungkapnya.
Ririn juga membantah anggapan bahwa alat pendeteksi dini tsunami sudah tak berfungsi lagi sejak 2012 silam.
"Sistem peringatan dini tsunami kita itu sudah berfungsi dengan baik. Maka sudah bekerja dengan baik sejak 2011," tegasnya.
Menurut Ririn, selama ini BMKG selalu menyampaikan warning kepada masyarakat setiap lima menit setelah adanya bencana gempa bumi di berbagai wilayah di Indonesia.
Bahkan, imbuh Ririn, pihaknya sudah mendesiminasikan informasi dini tsunami langsung ke masyarakat kurang dari tiga menit setelah adanya gempa bumi.
"Kita didukung dengan decision support system dengan 170 ribu skenario. Kemudian Tsunami Obsevation and Simulation Terminal, TOAST. Jadi kita bisa memodelkan tsunami dari estimasi waktu tiba sampai dampak," ujar dia.
"Seperti di Palu kemarin, kita sudah memberikan warning dan estimasi waktu tiba, gelombang tinggi. Contohnya kita menetapkan siaga di Palu," sambungnya kembali.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
