Fahri: Kasus Ratna Sarumpaet Untungkan Prabowo

Sukma Alam

Sukma Alam

Jakarta

4 Oktober 2018 19:02 WIB
Nasional | Rilis ID
Fahri Hamzah. FOTO: RILIS.ID
Rilis ID
Fahri Hamzah. FOTO: RILIS.ID

RILISID, Jakarta — Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menilai, kasus yang membelit Ratna Sarumpaet justru menguntungkan bagi calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto. Pasalnya, Prabowo langsung meminta maaf kepada masyarakat setelah Ratna mengakui kebohongan yang telah dilakukannya.

"Ini kalau saya mengganggap peristiwa ini menguntungkan Prabowo, lalu beliau dengan kebesaran jiwanya menanggapi ini secara baik," kata Fahri di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (10/4/2018).

Fahri menilai, Prabowo telah menunjukkan kebesaran jiwanya meskipun marah setelah dibohongi Ratna dan telah menunjukkan tanggung jawabnya kepada publik telah ikut menebarkan kebohongan Ratna.

Dia mengatakan apa yang dilakukan Prabowo sangat positif, dinilai profesional karena meminta maaf setelah Ratna mengakui telah berbohong.

"Masyarakat akan melihat bahwa Prabowo profesional dan itu positif, sehingga orang jangan salah. Makanya kalau dipolitisir, ini panggung bagi Prabowo," ujarnya dikutip Antara.

Sementara, Pengamat politik dari Universitas Trunojoyo, Madura, Surokim Abdussalam, menilai, pengakuan yang dibuat Ratna Sarumpaet yang berbohong soal penganiayaan akan menggerus suara Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pemilihan Presiden 2019. Pasalnya, hal itu membuat citra negatif bagi kubu pasangan nomor urut 02.

"Ketahuan bohong Ratna Sarumpaet memberi efek elektoral negatif untuk capres Prabowo," kata Surokim, Kamis, (4/10/2018).

Menurut dia, kondisi tim Prabowo-Sandi yang langsung memberi pembelaan tanpa melakukan cross chek dinilai sebagai langkah politik yang blunder.

"Menurut saya, menggerus dan memberi efek elektoral negatif bahkan menurut saya parah ini tak terampunkan," tambahnya.

Surokim meminta, agar kandidat Capres dan Cawapres melakukan analisis dan cermat sebelum melontarkan isu ke publik. Sebab, masyarakat dinilai sudah cerdas dan kritis sehingga akan mencari tahu informasi ataupun isu yang dianggap janggal.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya