Fahri: Kasus Ratna Sarumpaet Untungkan Prabowo

Sukma Alam

Sukma Alam

Jakarta

4 Oktober 2018 19:02 WIB
Nasional | Rilis ID
Fahri Hamzah. FOTO: RILIS.ID
Rilis ID
Fahri Hamzah. FOTO: RILIS.ID

"Ini menujukkan bahwa fungsi check recheck tidak dilakukan dengan cermat dan cenderung menggunakan strategi menyerang saja," tambahnya.

"Dan drama ini sekaligus melupakan bahwa publik kini itu semakin kritis dan cerdas yang akan melakukan penelusuran, potensial men-distrust pasangan Prabowo. Ini sekaligus juga menjadi peringatan agar paslon tidak gegabah dalam melakukan black campign," pungkasnya.

Diketahui, Polisi mengungkap bahwa Ratna tak berada di Bandung pada 21 September 2018, waktu yang disebut terjadinya penganiayaan.

Ratna masuk RS Khusus Bedah Bina Estetika dari 21-24 September 2018. Ratna Sarumpaet pun mengaku bersalah membuat berita bohong dirinya dianiaya segerombolan orang dan menyebabkan mukanya babak belur.

Rupanya Ratna Sarumpaet mukanya terlihat babak belur karena habis sedot lemak. Ratna Sarumpaet mengatakan, sedot lemak pada 21 September 2018, Ratna mengakui mendatangi RSK Bedah Bina Estetika, Menteng, Jakarta. Dia menemui dokter Sidiq, seorang dokter bedah.

"Kedatangan saya ke situ karena kami sepakat beliau akan menyedot lemak di sisi pipi kiri saya," kata Ratna Sarumpaet dalam konferensi pers di kediamannya, Jalan Kampung Melayu Kecil 5 No 24, Jakarta Selatan, Rabu (3/10/2018).

Menampilkan halaman 2 dari 2
Prev

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya