Duh, Birokrasi Hambat Kemajuan Anak Disabilitas Mesuji
Juan Situmeang
Mesuji
RILISID, Mesuji — Masalah birokrasi mengganjal kemajuan sekolah luar biasa (SLB) di Bujungburing, Mesuji.
Bupati Mesuji Saply TH menyatakan tidak bisa membantu melengkapi sarana dan prasana karena SLB itu menjadi kewenangan pemerintah provinsi (pemprov).
"Jadi, sekolah bisa mengusulkan ke provinsi. Tapi kalau dari provinsi meminta kita yang melengkapi, ya kita siap," tegasnya.
"Kalaupun bisa, ada caranya. Kita bisa hibah. Nanti kita hibahkan. Seperti itu," sambung Saply.
Hal ini ia sampaikan saat menghadiri deklarasi Komunitas Disabilitas Mesuji (KDM) di SLB Bujungburing, Selasa (21/7/2020).
Bupati didampingi Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Syamsudin; Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata, Ronald Nasution; beserta beberapa pejabat OPD setempat.
Meski tak bisa langsung membantu SLB Mesuji, Saply menyatakan dirinya akan menempatkan guru-guru di Mesuji yang punya kemampuan untuk mengajar di sana.
"Saya siap izinkan penugasan PNS yang punya kemampuan mengajar di SLB ini. Mungkin seminggu sekali. Nanti bergiliran," ujarnya.
Saply mengaku bangga anak-anak yang bersekolah di SLB Mesuji beberapa di antaranya datang dari luar kabupaten.
"Alhamdulillah. Nampaknya maju sekolah ini," pujinya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
