Dinsos Mesuji Siapkan JPS untuk Warga Terkena Musibah
Juan Situmeang
Mesuji
RILISID, Mesuji — Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Mesuji menyiapkan anggaran Jaring Pengaman Sosial (JPS). Hal ini sebagai antisipasi warga tertimpa musibah yang kesulitan mendapat akses pelayanan kesehatan karena terbentur dana.
”Kita akan ajukan anggaran JPS ke Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD),” ujarnya di kantornya, belum lama ini.
Menurut dia, Pemkab Mesuji sebelumnya sudah menyiapkan anggaran JPS dengan besaran Rp500 juta per tahun.
”Sudah dibuat SK bupati atas penggunaan dana tersebut. Tapi karena refocusing anggaran, dana itu dicoret. Sehingga tidak ada lagi dana untuk membantu jika ada warga yang tiba-tiba sakit atau kena musibah dan perlu bantuan,” ungkapnya.
Ia mencontohkan kasus bayi Alya yang terkena hidrosefalus (pembesaran kepala akibat menumpuknya cairan di rongga otak) atau Rafa, bocah yang luka bakar parah karena masuk pembakaran arang.
”Negara dalam hal ini Pemkab Mesuji memang harus hadir saat terjadi musibah semacam itu. Untuk warga yang benar-benar tidak mampu. Apalagi tidak ter-cover BPJS,” jelasnya.
Sebelumnya, sempat viral di media sosial, Rafa (6), terbakar setengah bagian tubuhnya dari pinggang ke bawah. Ia terperosok ke pembakaran arang.
Namun karena tiada biaya, orang tua korban tidak mampu membayar biaya rumah sakit.
Akhirnya, Ormas Masyarakat Mesuji Bersatu (MMB) yang diketuai Jumani, menginisiasi penggalian dana sosial untuk membantu Rafa agar bisa dioperasi.
”Kita sudah beberapa kali menggalang dana. Termasuk Alya bayi hidrosefalus, dan kasus seperti itu sebelumnya, jadi sudah tiga atau empat kali,” katanya, Minggu (13/9/2020).
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
