Dinkes Pastikan Virus Corona Belum Terdeteksi Masuk Wilayah Sulut
Zulhamdi Yahmin
Manado
RILISID, Manado — Mewabahnya virus Corona yang terjadinya di Cina membuat sejumlah wilayah di Indonesia meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi masuknya penyakit tersebut, salah satunya Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Sulut, dr Debie KR Kalalo, virus Corona hingga kini belum terdeteksi di provinsi berpenduduk lebih dari 2,6 juta jiwa itu.
"Sampai hari ini belum ada laporan ataupun terdeteksi adanya kasus Pneumonia berat dengan penyebab virus Corona di Sulut," kata dia seperti dilansir dari Antara di Manado, Kamis (23/1/2020).
Dia menyebutkan fakta-fakta yang ada saat ini tentang penyebaran virus Corona adalah kejadian berjangkitnya penyakit infeksi paru menyerupai Pneumonia dengan penyebab Virus Corona Strain baru terjadi pada awalnya di Provinsi Wuhan, Cina.
Selanjutnya, sampai dengan 20 Januari 2020 dilaporkan 198 orang terinfeksi penyakit infeksi paru itu, sebagian besar di Provinsi Wuhan dan terlapor adanya penyebaran ke Beijing.
Otoritas kesehatan Jepang dan Thailand juga melaporkan adanya tiga kasus yang dicurigai walaupun belum terkonfirmasi, ada tiga kasus kematian akibat penyakit itu yang terjadi pada orang tua dan orang-orang yang memiliki masalah kesehatan lainnya.
Otoritas kesehatan di China berhipotesa bahwa penyakit itu terjangkit dari hewan liar yang dijual di pasar hewan dan ke manusia, dan dilaporkan ada transmisi (penjangkitan) dari manusia ke manusia walaupun dengan probabilitas yang sangat kecil.
"Mengingat Sulut rentan terhadap perkembangan penyakit ini, sejumlah langkah telah dilakukan antara Dinas Kesehatan bersama dengan pemangku kepentingan terkait lainnya," ujar Kalalo.
Beberapa langkah antisipatif yang sudah dilakukan adalah membuat surat edaran kewaspadaan Pneumonia kepada Dinas Kesehatan kabupaten dan kota serta rumah sakit pemerintah dan swasta
"Dinas Kesehatan juga membuat surat surveilens aktif rumah sakit dan pasif ke rumah-rumah sakit agar proaktif melaporkan kejadian penyakit berpotensi kejadian luar biasa termasuk kejadian Pneumonia sejak 14 Januari 2020," katanya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
