Diduga Terlibat Kasus PLTU Riau-1, Ini Bantahan Airlangga Hartarto
Anonymous
Jakarta
RILISID, Jakarta — Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto membantah ikut terlibat dalam kasus proyek PLTU Riau 1.
Ia juga menepis telah meminta Eni Maulani Saragih untuk mengawal proyek senilai US$900 juta dari awal hingga akhir.
"Saya tidak pernah sekalipun terlibat proyek PLTU Riau-1," kata Airlangga di DPP Golkar, Jakarta, Rabu (26/9/2018).
Menurut Airlangga, dirinya hanya pernah bertemu Idrus Marham sekali pada tanggal 17 Januari 2018 lalu.
Kala itu, kata Airlangga, dirinya hanya janjian dengan Idrus. Namun rupanya, Idrus mengajak Eni Saragih dan Johannes Kotjo.
"Beliau (Idrus) datang bersilaturahim ke rumah saya. Namun tanpa sepengetahuan atau persetujuan saya sebelumnya, saudara Idrus Marham ternyata ditemani oleh saudara Johannes Kotjo dan saudari Eni Saragih," ujarnya.
Kendati begitu, Airlangga menegaskan dalam pertemuan itu tidak dibahas soal perkembangan proyek PLTU Riau 1.
"Pembicaraan kami tidak keluar dari kepantasan pembicaraan antara pimpinan partai dan fungsionaris partai lainnya. Tidak ada pembicaraan bisnis, proyek, atau pun saham perusahaan apapun," tegas Airlangga.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Saragih mengaku memang sempat melakukan pertemuan dengan Airlangga.
Namun begitu, ia tak menjabarkan isi pertemuan tersebut.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
