Dendi Bergerak, Penundaan Tunjangan Guru Dibatalkan

lampung@rilis.id

lampung@rilis.id

Pesawaran

23 September 2020 20:49 WIB
Daerah | Rilis ID
Diskusi online bersama Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona, Rabu (23/9/2020). FOTO: DISKOMINFO PESAWARAN
Rilis ID
Diskusi online bersama Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona, Rabu (23/9/2020). FOTO: DISKOMINFO PESAWARAN

RILISID, Pesawaran — Inilah upaya Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona memperjuangkan nasib guru. Ia langsung menemui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, untuk membatalkan rencana penundaan tunjangan sertifikasi guru selama enam bulan.

Apa hasilnya? ”Memang akhirnya tidak bertemu Pak Nadiem, hanya sampai pejabat eselon dua. Tapi, Alhamdulillah mereka menanggapi dan membatalkan wacana tersebut,” ungkap Dendi.

Pernyataan Dendi tersebut langsung mendapat respons gembira dari para guru yang mengikuti Diskusi Online Bersama Bupati Pesawaran, Rabu (23/9/2020).

Dendi menjadi narasumber utama dalam program ’Bupati Menyapa’ yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pesawaran tersebut.

Narasumber lainnya adalah Kepala Dinas Pendidikan Pesawaran Fauzan Suaidi dan pengamat pendidikan, Wasril Purnawan, sekaligus dosen STKIP PGRI Bandarlampung.

Diskusi ini mengangkat tema Adaptasi Pendidikan di Era New Normal. Menurut Dendi, era new normal berpengaruh terhadap sistem pendidikan. Guru dan murid dipaksa mampu beradaptasi dengan metode pembelajaran secara daring.

”Sistem seperti ini memang terkadang kurang mendapatkan ilmu yang intens, dan juga anak didik dan fasilitas daerah-daerah pesisir masih mengalami kendala,” papar Dendi.

Namun, kendala dan kekurangan tersebut menurut Dendi bukan sebuah penghambat dalam sistem belajar. KBM tetap berjalan dengan metode-metode seperti kelompok belajar dan visit school, mengambil tugas dan mengumpulkan kembali.

”Jangan pasrah dan berdiam diri, harus ada ide kreatif yang mampu membuat siklus belajar mengajar tetap berjalan,” imbau Dendi.

Peran orangtua dan guru, kata Dendi, sangat dibutuhkan untuk memantau perkembangan anak didik. Perlu metode yang kreatif untuk mengemas pendidikan agar tidak membuat bosan siswa.

Menampilkan halaman 1 dari 3
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: gueade
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya