Curiga Dana Bumdes, Warga Ramai-Ramai Datangi Balai Desa
Anonymous
Lampung Timur
RILISID, Lampung Timur — Penduduk Desa Balerejo Kecamatan Batanghari Kabupaten Lampung Timur (Lamtim), ramai-ramai mendatangi balai desa setempat, Jumat (14/2/2020).
Mereka merasa pengelolaan dana badan usaha milik desa (bumdes) tidak transparan.
Suswoyo, warga setempat, menyatakan masyarakat tidak pernah mendapatkan informasi berapa dana dan alokasi bumdes. Hanya perangkat desa yang mengetahuinya.
”Hal ini berbeda dengan desa sebelah. Di sana masyarakat bisa langsung mengetahui pengeluaran dana bumdes untuk apa saja,” tegasnya.
Anggota bumdes Balerejo, Sopian Adi Kusuma, menambahkan dirinya dilantik September 2016. Sejak saat itu hingga sekarang hanya ada dua pertemuan untuk membahas visi dan misi bumdes.
”Bukan menyudutkan. Yang menjalankan bumdes hanya ketua, sekretaris, dan bendahara. Tidak ada koordinasi dengan anggota," paparnya.
Sementara itu, ketua bumdes, Hermawanto, menanggapi santai tudingan ini. Ia menyatakan semua aspirasi masyarakat akan ditampung dan dilakukan perubahan sebaik mungkin ke depan.
"Masyarakat maunya dibuat seperti simpan pinjam. Namun pengajuan kita jual beli gabah. Ke depan bila bisa mendirikan koperasi nanti kita lakukan," cetusnya.
Menurut dia, bumdes sudah berjalan selama dua tahun. Selama ini tidak ada keluhan warga soal penyelewengan jual beli gabah.
”Laporan terkait bumdes pun dilakukan enam bulan sekali ke Dinas PMD. Pihak dinas juga selalu melakukan monitoring,” pungkasnya. (*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
