Covid-19 Makin Menjadi, Tempat Hiburan dan Sekolah di Mesuji Ditutup
Juan Situmeang
MESUJI
”Kita tutup kembali, sudah dari hari pertama diumumkannya empat orang tenaga kesehatan positif Covid-19. Itu untuk mengantisipasi penyebaran,” ujar Kepala UPTD Taman Kehati Rama bersamaan dengan pengumuman empat pasien Covid-19 disampaikan ke masyarakat.
Namun di tengah semakin merebaknya jumlah orang yang terpapar virus corona tersebut di Mesuji, langkah penanganan sosial di lapangan tidak tampak ada perubahan.
”Saya lihat, kok sama saja. Seperti tiada ada apa-apa. Padahal wilayah ini (Tanjungraya, Red) sudah menyumbang empat orang pasien covid-19. Itu lihat di Pasar Brabasan. Semua orang lalu lalang biasa. Orang berjualan biasa. Banyak yang tidak pakai masker. Tidak ada petugas yang keliling, misalnya membubarkan massa atau woro-woro, seperti normal-normal saja,” keluh Agus (45), warga Brabasan.
Ia berharap ada petugas atau aparat yang berpatroli ketat di Pasar Brabasan, Pasar Gedungram dan tempat-tempat umum lainnya bahkan di desa-desa di wilayah Kecamatan Tanjungraya yang keliling dan membubarkan massa berkerumun. Mendispilinkan warga untuk mematui protokol kesehatan selama 24 jam terus menerus.
”Itu harapan kami. Situasi sudah seperti ini. Sudah jelas Tanjungraya sebagai penyumbang empat dari delapan pasien Covid-19 di Mesuji, kok semua berjalan biasa saja,” pungkasnya.(*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
