Bukan Menghardik Wartawan, Kadiskominfotik: Gubernur Sifatnya Bercanda

lampung@rilis.id

lampung@rilis.id

Bandarlampung

26 Juni 2020 14:18 WIB
Pemerintahan | Rilis ID
Kadiskominfotik Lampung A. Chrisna Putra. FOTO: ISTIMEWA
Rilis ID
Kadiskominfotik Lampung A. Chrisna Putra. FOTO: ISTIMEWA

RILISID, Bandarlampung — Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kadiskominfotik) Provinsi Lampung A. Chrisna Putra membantah Gubernur Arinal Djunaidi menghardik wartawan saat rapat koordinasi pilkada serentak, pada Rabu (24/6/2020) lalu.

Menurutnya, rakor pilkada yang dihadiri unsur Forkopimda dan pemimpin redaksi berlangsung tertutup, sehingga para pewarta hanya diperbolehkan mengambil gambar dan video.

“Setelah beberapa waktu dipersilakan oleh protokol dan rekan wartawan untuk meninggalkan tempat, kecuali pemimpin redaksi yang memang diundang pada saat itu. Tetapi sampai dua kali protokol mengingatkan itu, untuk segera meninggalkan tempat dan akhirnya rekan-rekan media keluar tempat tersebut,” kata Chrisna dalam video conference, Jumat (26/6/2020).

Gubernur, lanjut Chrisna, menyampaikan rakor pilkada memiliki sejumlah hal sensitif untuk diberitakan. Sehingga, pemimpin redaksi diminta untuk menyaring berita-berita yang memang sangat rahasia.

“Tapi dalam perjalanannya ada media yang masih mengambil gambar, sehingga mungkin pak Gubernur merasa terganggu konsentrasinya dan sempat diingatkan, tapi rangkaian bukan menghardik atau pun membentak media tersebut konteksnya,” jelasnya.

Chrisna menyebutkan terdapat kesimpangsiuran dalam pemberitaan, terutama soal menghardik atau membentak.

“(Hardik) itu saya meluruskan, pak Gubernur tidak membentak dan menghardik, tapi dalam pengertian yang sifatnya bercanda pada saat itu. Sampai kepada akhir pertemuan tidak ada hal-hal yang mengganggu jalannya pertemuan,” ujarnya.

Setelah pertemuan, menurut Chrisna, para pewarta dipersilakan untuk masuk dan makan bersama dengan gubernur, Forkopimda, KPU dan Bawaslu. Kemudian dilanjukan dengan wawancara.

“Masih belum puas juga dilakukan wawancara, sekali lagi dengan door stop dengan pak Gubernur. Ada beberapa pemberitaan yang diberitakan oleh media media yang lainnya. Saya berharap media-media ini memang kalau mengetahui kronologis, mengetahui jalan intinya, enggak ada permasalahan, mungkin bisa ini-bisa itu, tetapi ada beberapa media yang tidak hadir di situ tetapi memberikan yang sifatnya hanya copy paste dan sebagainya,” terangnya.

Ia mengklaim permasalahan gubernur dengan pewarta yang hadir dalam pertemuan tersebut sudah klir. Pihaknya juga telah menghubungi wartawan yang dimaksud.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Segan Simanjuntak
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya