Belasan Polisi Ditembak Kelompok Bersenjata Papua saat Patroli

Default Avatar

Anonymous

Jayapura

7 Agustus 2018 20:14 WIB
Daerah | Rilis ID
Ilustrasi Petugas Kepolisian. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma
Rilis ID
Ilustrasi Petugas Kepolisian. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILISID, Jayapura — Sebanyak 18 anggota Polres Puncak Jaya, Papua, ditembak kelompok kriminal sipil bersenjata (KKSB) saat dua mobil yang mereka tumpangi menuju Ilu untuk berpatroli, Selasa (7/8/2018).

"Benar, rombongan patroli dari Polres Puja yang dipimpin Kabag Operasi AKP Ferdinand Maasaset sempat ditembak. Namun, tidak ada korban jiwa," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Polisi Ahmad Kamal, ketika dikonfirmasi terkait penembakan tersebut, di Jayapura, Selasa (7/8/2018).

Menurutnya, berdasarkan laporan yang ia terima, rombongan ditembak sekitar pukul 12.30 WIT saat berada di Puncak Senyum, Distrik Irimuli. 
Penembakan itu sempat menghentikan perjalanan kedua kendaraan karena mengenai kedua mobil.

"Tembakan itu mengenai bodi mobil dan ban depan sebelah kiri, sedangkan mobil patroli kedua terkena tembakan di ban depan sebelah kiri dan bak penutup bagian belakang," kata Kamal.

Setelah mendapat bantuan tambahan personel dari satgas Polda Papua yang di-back up Polres Puncak Jaya, rombongan kemudian melanjutkan perjalanan.

Namun, sekitar pukul 14.45 WIT, kata Ahmad Kamal, rombongan kembali ditembak hingga menyebabkan ban bocor.

Ketika ditanya pelaku berasal dari kelompok mana, Kabid Humas Polda Papua itu mengatakan, pelaku penembakan diduga berasal dari kelompok Philia yang berasal dari Lanny Jaya.

Sebelumnya, pada hari Kamis (2/8), KKSB menembak dua anggota Polres Puncak saat melintas di Kampung Pagaleme, Distrik Mulia dengan menggunakan sepeda motor. 

Dua polisi yang terluka, yakni Bripka Abraham Balagaise dan Briptu Ronaldus Abar.
 

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya