Atasi COVID-19, DPR Dorong Riset dari Rempah-Rempah Skala Internasional
Nailin In Saroh
Jakarta
Karena itu, pihaknya juga mendorong masyarakat Indonesia untuk meningkatkan kualitas kesehatan, sekaligus meningkatkan kekebalan tubuh dengan ramuan tradisional.
"Kita punya khazanah rempah-rempah yang sangat kaya manfaat, baik dari sisi medis maupun ekonomi. Warga kita membuat ramuan untuk meningkatkan kekebalan/kualitas kesehatan dari jahe, kunyit, dauh serai, dsb. Kita harus apresiasi itu," ungkapnya.
Adalagi penelitian yang menyatakan jambu biji, kulit jeruk bermanfaat untuk penyembuhan pasien corona. Sehingga kedepan pemerintah Indonesia harus mendorong kebijakan untuk riset-riset herbal dalam jangka menengah dan panjang.
Sementara mengenai dana abadi riset, menurut Gus Nabil, dana ini sangat penting bagi prioritas untuk riset Keanekaragaman hayati. Dia mengatakan, DPR telah menyetujui peningkatan dana riset Rp5 triliun untuk tahun ini. Dari sebelumnya Rp950 miliar, saat ini menjadi Rp5,95 triliun.
"Bahkan, ada rencana untuk menambah anggaran dana abadi riset hingga Rp30 triliun hingga 2024," bebernya.
Diakuinya, sejak awal sudah ada usulan prioritas untuk riset keanekaragaman hayati Indonesia yang sangat melimpah dan tinggal mendorong sumber daya peneliti Indonesia untuk bekerja sama dengan jaringan peneliti internasional.
"Kita punya resources, punya suntikan anggaran, jaringan, ribuan SDM Indonesia baik yang ada di negeri ini maupun yang sekolah atau bekerja di internasional," katanya
"Kami mendorong agar riset-riset keanekaragaman hayati ditingkatkan porsi dan prioritasnya, jangan sampai kita impor sekitar 90 persen obat seperti beberapa tahun terakhir. Kita harus mengolah khazanah rempah-rempah kita untuk produksi herbal medicine dalam skala yang lebih luas," pungkas Gus Nabil.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
