Aparatur Gunungkatun Tanjungan Diduga Sunat BLT Dana Desa
lampung@rilis.id
Tulangbawang Barat
RILISID, Tulangbawang Barat — Aparatur pemerintahan tiyuh atau desa Gunungkatun Tanjungan, Tulangbawang Barat (Tubaba), diduga memotong Bantuan Sosial Tunai Dana Desa (BLT DD) untuk warga terdampak Covid-19.
Dari data yang diperoleh Rilislampung, terdapat 189 kepala keluarga (KK) yang berhak menerima BLT DD. Nilainya Rp600.000 per KK.
Namun, besaran BLT DD yang ditetapkan pemerintah ternyata tidak sesuai dengan yang diterima warga. Seperti diungkapkan Ali Yusuf, warga setempat.
Ali mengaku mendapatkan dana BLT kurang dari Rp600.000 selama tiga tahap. Masing-masing Rp425.000 di tahap pertama, tahap kedua Rp445.000 dan tahap ketiga Rp435.000.
"Iya, sudah selesai pembagian BLT, dapatnya ya cuma 400 sekian aja, alasannya untuk menambah dana perbaikan kantor tiyuh," ungkapnya kepada wartawan media ini, Rabu (1/7/2020).
Sebelum disalurkan, lanjut Ali, dirinya bersama ratusan warga lainnya dikumpulkan di Balai Tiyuh Gunungkatun Tanjungan.
Di dalam forum tersebut, aparatur pemerintahan desa setempat meminta persetujuan warga terkait pemotongan dana BLT DD. Termasuk menandatangani surat persetujuan di atas materai.
"(Ada pemotongan dana BLT DD) Ya, katanya biar yang lain dapat juga, jadi dana dikurangi," ucap Yuliana, warga Gunungkatun Tanjungan.
Terpisah, Bendahara Tiyuh Gunungkatun Tanjungan Solihin membenarkan adanya pemotongan dana BLT DD di desanya.
“Dana dilakukan pemotongan untuk pemerataan bagi warga yang lain atas undangan BPT dan pemerintah tiyuh tidak mengetahui,” katanya. (*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
