Krakatau Meletus, Transportasi Laut dan Udara Ikut Waspada

Default Avatar

Anonymous

Bandarlampung

26 Juni 2018 13:17 WIB
Krakatau | Rilis ID
Letusan Gunung Anak Krakatau yang terjadi Senin (25/6/2018) pagi. FOTO: Andersen/Twitter Sutopo PN
Rilis ID
Letusan Gunung Anak Krakatau yang terjadi Senin (25/6/2018) pagi. FOTO: Andersen/Twitter Sutopo PN

RILISID, Bandarlampung — Letusan Gunung Anak Krakatau (GAK), Lampung Selatan (Lamsel), Senin (25/6/2018) pukul 07.14 WIB, mempengaruhi moda transportasi massal.

PT. ASDP Ferry Indonesia Pelabuhan Bakauheni dan Bandara Radin Inten II, Lamsel meminta nahkoda dan pilot waspada.

Menurut Humas PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni, Syaifullahil Maslul, pihaknya sudah menerima surat edaran dari Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas 1 Banten.

Isinya memberikan pesan untuk berhati-hati melakukan perjalanan di laut bagi armada kapal roll on-roll off (roro). 

Pesan itu, meningkatkan kewaspadaan dan memastikan kondisi permesinan, kemudi, peralatan navagasi kapal berfungsi dengan baik.

Termasuk kelengkapan alat keamanan kapal berfungsi baik. Jika ada sesuatu terjadi segera hubungi kantor KSOP Kelas I Banten dengan nomor telpon (0254) 571009-571013, " kata Syaiful.

Terpisah, Humas Bandara Radin Inten II, Wahyu Aria Sakti, menjelaskan meski meningkatkan kewaspadaan, aktivitas di penerbangan berjalan normal.

Sementara itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi Kementerian ESDM menyebutkan, status GAK sendiri, Selasa (26/6/2018) belum berubah, masih level II alias waspada. Masyarakat dilarang mendekati kawah dalam radius 1 kilometer.

Saat ini, asap kawah bertekanan lemah hingga teramati berwarna putih dan hitam dengan intensitas tipis hingga tebal. Tingginya antara 50-1000 meter di atas kawah puncak. (*)

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Gueade
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya