Krakatau Berstatus Waspada, Berbahayakah? Ini Penjelasannya
Anonymous
Bandarlampung
”Dari dulu GAK memang seperti ini, mungkin sekarang baru ada yang tahu, baru ada yang melek, makanya ramai. Kalau daerah pesisir di sini santai saja, nelayan juga melaut, karena memang tahu nggak ada apa-apa,” tuturnya.
Disinggung kepanikan warga terkait awan panas yang disemburkan GAK dari proses erupsi yang dianggap membahayakan, Andi kembali membantah. Sebab, GAK yang merupakan salah satu gunung berapi paling aktif di dunia punya perilaku unik.
”Itu abu vulkanik, kalau kena memang panas. Tapi kalau Krakatau ini sifatnya mendorong abunya ke atas dan jatuh di tubuhnya sendiri,” urainya.
Hal ini, kata dia, berbeda dengan sifat Gunung Merapi yang hanya mendorong abu vulkanis sedikit, lalu turun melalui lereng gunung dan menghempas penduduk sekitar.
”Sama-sama awan panas, hanya sifatnya saja yang berbeda. Material keduanya sama, perbedaan dikandungan gasnya,” pungkasnya. (*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
