In Memoriam Bachtiar Basri: Lukisan dan (Niat) Pameran Tunggal
lampung@rilis.id
-
Sebenarnya di bulan Februari 2025 saya sempat singgah untuk memberikan buku puisi “Satu Ciuman Dua Pelukan” (Januari 2025) dimana sampulnya saya gunakan lukisannya.
Tetapi saya tak bisa jumpa karena bang Bachtiar sedang tidur siang. Akhirnya saya titip seseorang di rumahnya.
Saya kabari kalau saya menitip buku puisi ke inboks FB beliau, dan ke WA.
Kedua medsos itu tak merespons pesan singkat saya. Gundah. Apakah saya ada kesalahan? Sampai-sampai pesan saya tidak dibalas? Atau kendala lain?
Ketika halalbihalal PW Muhammadiyah Lampung saya utarakan masalah saya ke Erizal; “Saya WA dan inbox Bang Bach tak dijawab.”
Erizal dan Saad Sobari meyakini saya bahwa Bachtiar Basri bukan tipe orang yang mengabaikan pesan orang.
Intinya tak mungkin tak dibalas, barangkali nomor di saya sudah tidak digunakan.
Ketika diberi nomor dan saya cocokkan dengan di HP saya memang berbeda. Begitu saya kirim pesan, segera dibalas. Intinya: saya ingin silaturahmi.
“Silakan, saya ada di rumah.”
Saya minta waktu bakda Ashar, ia menyanggupi. Berjumpa kami di rumahnya di Tanjung Senang, Bandar Lampung.
Bachtiar Basri
mantan Wagub Lampung
Isbedy Stiawan ZS
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
